Bappeda Gelar FGD Asumsi Ekonomi Makro Perubahan 2021 dan 2022

By Administrator // Selasa, 16 Februari 2021 // 08:02 WIB // BAPPEDA Kota Pontianak

PONTIANAK - Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Pontianak menggelar Focus Group Discussion (FGD) Asumsi Ekonomi Makro Kota Pontianak tahun 2022 dan Perubahan Asumsi Ekonomi Makro Kota Pontianak di Ruang Pontive Center, Kantor Wali Kota Pontianak, Selasa (16/2/2021).

Agenda ini dimaksudkan sebagai ruang diskusi antara pemangku kebijakan, akademisi dan masyarakat dalam penentuan perubahan asumsi ekonomi makro 2021 dan tahun 2022 yang sudah disusun. Apalagi, sepanjang tahun 2020, pandemi menghancurkan ekonomi kota.

Memasuki tahun 2021, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak pun berkomitmen membangun optimisme dengan merumuskan strategi dan kebijakan yang mendukung pemulihan ekonomi.

Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan mengatakan, optimisme ini tergambar dari proyeksi indikator ekonomi daerah yang tertuang di dalam dokumen perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2020-2024.

"Kita perkirakan pertumbuhan ekonomi Kota Pontianak pada tahun 2021 dan 2022 di kisaran 4,0 hingga 4,6 persen," katanya usai membuka FGD Asumsi Ekonomi Makro Kota Pontianak tahun 2022 dan Perubahan Asumsi Ekonomi Makro Kota Pontianak.

Sementara itu, lanjutnya lagi, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) diharapkan dapat menyentuh angka 80,40 persen pada tahun 2022. Bahasan berharap kerja sama seluruh pihak dapat terjalin dengan baik dan terus dipelihara serta diperkuat agar Kota Pontianak mampu melalui pandemi.

"Di mana kita dihadapkan pada tantangan perekonomian global yang semakin tidak pasti serta tantangan pembangunan yang harus terus ditangani," ungkapnya.

IPM Kota Pontianak tahun 2020 mengalami peningkatan 0,09 poin, dari 79,35 di tahun 2019 menjadi 79,44 di tahun 2020. Capaian ini melampaui Provinsi Kalbar dan nasional.
"Angka kemiskinan di Pontianak tahun 2020 mengalami penurunan, dari tahun sebelumnya di angka 4,88 persen menjadi 4,70 persen," pungkasnya.

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Tanjungpura, Eddy Suratman mengatakan target-target yang disusun dalam RPJMD Pontianak 2020-2024 rasional. Dengan catatan, proses vaksinasi Corona berjalan lancar.

"Jika vaksin terdistribusi baik, paling tidak 30 persen hingga Maret 2021 dan mencapai 50-60 persen sampai dengan bulan Juni 2021, maka target pertumbuhan ekonomi Kota Pontianak dalam perubahan RPJMD 2020-2024 masih rasional," katanya.

Alasannya, kondisi ekonomi di tahun 2020 relatif sangat rendah, maka tidak sulit mencapai pertumbuhan ekonomi positif di tahun 2021 sepanjang Covid-19 terkendali melalui distribusi vaksin dan penerapan protokol kesehatan yang disiplin.

Share Post: