Bedah Buku FEB Untan, Trisna Ibrahim: Pemkot Pontianak Fokus Penanganan Pandemi

By Administrator // Senin, 29 November 2021 // 08:05 WIB // BAPPEDA Kota Pontianak

PONTIANAK - Plt Kepala Bappeda Kota Pontianak, Trisna Ibrahim mengatakan dalam dua tahun terakhir, Pemkot Pontianak berfokus pada kegiatan yang berorientasi mengatasi pandemi, baik yang berdampak ke sektor sosial, ekonomi dan kesehatan.

"Beberapa kebijakan yang diambil, Pemkot juga memberikan diskon dan stimulus keringanan pajak, menggratiskan tagihan PDAM, dan mengoptimalkan bantuan sosial untuk masyarakat," ujar Trisna Ibrahim saat peluncuran buku 'Hidup dan Kehidupan saat Pandemi Covid-19: Kasus-kasus pada 100 Desa di Kalimantan Barat' yang diluncurkan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tanjungpura Pontianak secara daring, Senin (29/11/2021).

Dalam hal ini, Pemkot Pontianak berkolaborasi dengan swasta lewat penyaluran CSR mereka, dan komunitas dan relawan untuk bergerak di lapangan. Perihal pandemi sendiri, memang berpengaruh banyak terhadap kehidupan masyarakat Kota Pontianak. Di mana sebagiannya terangkum dalam buku setebal 640 halaman yang dieditori akademisi FEB Untan, Fariastuti Djafar tersebut.

Secara garis besar, buku 'Hidup dan Kehidupan saat Pandemi Covid-19: Kasus-kasus pada 100 Desa di Kalimantan Barat' mengabadikan berbagai aspek kehidupan masyarakat Kalimantan Barat selama pandemi COVID-19 dengan gaya yang ilmiah namun dilengkapi dengan reportase-reportase populer dari kehidupan akar rumput. Menunjukkan bahwa di tengah kesulitan sekalipun, tetap ada harapan untuk maju dan tangguh, seperti tagline HUT Kota Pontianak ke 250 tahun, Oktober lalu.

Dengan pendekatan ilmiah, 25 artikel di bagian pertama buku ini menjelaskan fenomenanya masing-masing. Menerangkan apa yang terjadi di masyarakat dengan kajian empiris. Termasuk membuka ruang diskusi tentang bagaimana ini dapat dihadapi atau dicegah di kemudian hari.

Misalnya dalam artikel ‘Kerentanan Arsitektur Ekonomi Dunia: Prespektif Pandemi Covid-19’. Bagaimana pembatasan sosial masyarakat (PPKM) yang berdampak pada penurunan ekonomi kota. Fenomena global yang juga terjadi di Pontianak, khususnya di tahun 2020. Saat itu pertumbuhan ekonomi minus 3,97.

Untuk tetap menjaga keselarasan antara ekonomi dan kesehatan, kebijakan keduanya harus berjalan beriringan. Ketika Pontianak menerapkan PPKM, bantuan sosial untuk masyarakat juga dilakukan. Pemkot menyasar pekerja-pekerja sektor informal yang terdampak langsung, dan masyarakat ekonomi rentan. Relaksasi pajak hingga menggratiskan layanan Perumda Tirta Khatulistiwa. (*)

Share Post: