Kasus Stunting Kota Pontianak Turun

By Administrator // Kamis, 18 November 2021 // 12:00 WIB // BAPPEDA Kota Pontianak

PONTIANAK - Kasus stunting di Kota Pontianak turun. Saat ini, angkanya berada di delapan persen, melewati angka stunting yang ditetapkan nasional sebesar 14 persen.

Dari data Dinas Kesehatan Kota Pontianak, angka stunting rentang 2019 ke 2021 mengalami penurunan di setiap kecamatan. Detailnya, di Kecamatan Pontianak Tenggara di 2019 angka stunting berada di angka 12,5 persen dan di 2021 berada di 10,8 persen. Kecamatan Pontianak Barat di 2019 stunting di angka 17,2 persen dan di 2021 di angka 10,9 persen.

Kecamatan Pontianak Timur stunting di 2019 ada di 20,6 persen dan di 2021 di angka 16,1 persen. Kecamatan Pontianak Selatan di 2019 angka stunting 16,9 persen dan di 2021 turun 13,1 persen. Di Pontianak Utara pada 2019 stunting di 19,7 persen dan di 2021 di 14,6 persen. Terakhir di Pontianak Kota pada 2019 stunting di angka 15,7 persen dan di 2021 ini turun 7,1 persen.

Akan tetapi, Pemkot Pontianak terus berupaya menekan angka tersebut. Tujuannya mewujudkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang sehat, cerdas dan berbudaya terlihat dari program-program seperti usaha cegah stunting dengan perbaikan gizi bayi, khususnya seribu hari pertama kehidupan.

Hal tersebut juga seiring dengan target Rancangan Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Nasional Tahun 2020-2024, yang menyebut stunting pada balita maksimal berada di angka 14 persen.

Ketua TP PKK Kota Pontianak, Yanieta Arbiastutie berharap, dengan kolaborasi dari masing-masing sektoral di lingkungan OPD Kota Pontianak, dapat mencegah terjadinya stunting.

"Dan memfokuskan pembangunan SDM di lokasi prioritas, serta mampu menurunkan angka stunting," tuturnya dalam Diseminasi Hasil Pengukuran dan Pemantauan Status Gizi Balita Kota Pontianak di Aula Rohanna Muthalib, Kantor Bappeda Kota Pontianak, Kamis (18/11/2021).

Untuk ini, Pemkot melakukan sejumlah program. Misalnya lewat Bantuan Langsung Tunai (BLT), Pekarangan Lestari, Keluarga Harapan, Pendidikan Anak Usia Dini dan Perbaikan Akses Air Minum dan Sanitasi.

"Semua inovasi harus menyasar rumah tangga seribu hari pertama kehidupan," terangnya.

Sekretaris Bappeda Kota Pontianak, Sy Usmulyono menjelaskan, tujuan diadakannya Desiminasi Hasil Pengukuran dan Pemantauan Status Gizi (PSG) Balita adalah, untuk mengetahui status gizi anak sesuai umur sebagai tolak ukur Pemkot Pontianak dalam membuat kebijakan.

Usai kegiatan ini, diharap terdapat masukan dari banyak pihak dalam penanganan stunting. Dari berbagai masukan ini tentunya menjadi langkah selanjutnya buat menurunkan angka stunting.

"Dalam penanganan kita menyesuaikan dengan kendala yang dihadapi," ujarnya.

Share Post: