Liputan Khusus HUT Kota Pontianak ke-244: Semarak Karnaval Arakan Pengantin 2015

By Administrator // Senin, 26 Oktober 2015 // 01:20 WIB // Liputan Khusus

Untulk Kali kelima Pemkot Pontianak dan Pontianak Post menggelar festival arakan pengantin. Tahun ini tidak sekadar festival, terdapat pasangan pengantin sungguhan yang diarak bersama-sama dengan rombongan carnaval arakan pengantin. 

Tahun ini Pemkot Pontianak dan Pontianak Post menyuguhkan hal yang berbeda pada Festival Arakan Pengantin. Bila sebelumnya arakan pengantin bukan dilakukan pengantin suguhan, kali ini sebanyak 17 pasang pengantin sungguhan akan diarak bersama rombongan festival. Pada hari yang sama langsung dilaksanakan ijab-kabul.

Mereka akan dinikahkan di Masjid Raya Mujahidin. "Kami menyediakan mas kawin berupa cincin tiga gram, biaya menikah, biaya rias serta pakaian pengantin, dan voucher menginap di hotel," ujar Rudi Enggano Kenang, Ketua Panitia Peringatan Hari Jadi ke-244 Pontianak yang juga Asisten Setda Pemkot Pontianak.

Sebanyak 17 pasang calon pengantin dari seluruh kecamatan di Kota Pontianak diarak bersama-sama dengan rombongan carnaval arakan. Raut wajah tegang dan senang bercampur menajdi satu di wajah para calon pengantin itu. Tegang karena dalam hitungan hari akan ijab kabul, sah menjadi suami istri. Senang lantaran biaya nikah, tata rias  pengantin dan mas kawin dibiayai seluruhnya oleh Pemkot Pontianak.

"Festival arakan pengantin dengan tata rias budaya Melayu ini, diikuti delapan kelompok peserta dari kecamatan se-Kota Pontianak serta Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan perbankan," kata Wali Kota Pontianak Sutarmidji. Arakan pengantin dimulai dari halaman Museum Negeri dan berjalan melalui Jalan Ahmad Yani menuju Masjid Raya Mujahidin untuk mengantar para calon pengantin yang dinikahkan secara massal di Masjid Raya Mujahidin.

 

                

 

Hal baru yang ada pada Festival Arakan Pengantin tahun ini adalah peserta yang tidak hanya dari Pontianak. Ada kelompok arakan pengantin Melayu Malaysia dan Singapura serta dihadiri tamu dari negara Denmark. Dari Pontianak ada utusan enam kecamatan, Bank Kalbar, dan BMPD Kalbar.

Walikota Sutarmidji mengatakan “ke depan kami akan mengundang beberapa negara yang memang akar budayanya serumpun dengan Kota Pontianak, termasuk provinsi se-Indonesia yang adat budaya Melayu masih terjaga dengan baik seperti Riau, Jambi, Bengkulu, Palembang akan diundang tahun depan. Tahun depan rencananya akan diperluas, mungkin sekitar 100 pasangan yang akan kita nikahkan secara massal," kata Sutarmidji.

Sebagaimana tema hari jadi Kota Pontianak ke-244, "Pontianak Menyapa Dunia", festival arakan pengantin ini juga sebagai salah satu ajang promosi kebudayaan dan pariwisata yang menjadi kebanggaan Kota Pontianak kepada dunia luar, katanya. "Dan ini kita buktikan bahwa banyak keunikan yang ada di Pontianak dan bisa dikenalkan kepada dunia," ujarnya.

Terkait nikah massal yang dirangkai dengan festival arakan pengantin ini, ia menambahkan, nikah massal diprioritaskan bagi pasangan calon pengantin yang berasal dari keluarga kurang mampu. Menurut dia, jumlah pasangan calon pengantin yang ingin mengikuti program nikah massal ini cukup membludak namun banyak juga yang tidak memenuhi kriteria yang ditetapkan tim penilai.

"Pasangan pengantin itu dinikahkan secara massal oleh penghulu masing-masing kecamatan," ungkapnya.

 

                            

 

Ada beberapa kategori pemenang dalam festival arakan pengantin. Adapun pemenangnya, kategori jenis arakan juara pertama diraih Kecamatan Pontianak Timur, kedua Bank Kalbar dan ketiga Kecamatan Pontianak Barat, sedangkan untuk kategori The Best Pengantin diraih Kecamatan Pontianak Barat dan The Best Antaran diraih Kecamatan Pontianak Tenggara. 

Sementara itu, pasangan pengantin peserta nikah massal dari Kecamatan Pontianak Kota, Agus Lesmana dan Resta Rianti, menyatakan mereka merasa senang dan terbantu dengan mengikuti program nikah massal itu. "Kami senang dan berterima kasih kepada bapak wali Kota Pontianak yang telah menggelar nikah massal ini," katanya.


Menurut Agus, dirinya mengetahui adanya program nikah massal yang dirangkaikan dengan festival arakan pengantin itu dari tetangga dan kelurahan. Mengetahui itu, ia pun tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk mendaftar sebagai calon pengantin dalam nikah massal yang digelar dalam rangka hari lahir Pontianak ke-244.

"Alhamdulillah kami mendapat bantuan dari Pemkot berupa uang tunai Rp. 500,- ribu untuk rias dan sewa pakaian pengantin, emas kawin berupa cincin emas seberat tiga gram serta voucher menginap di hotel untuk satu malam," katanya.

 

   

 

 

----***----

 

disarikan dari berbagai 

Share Post: