Perkembangan Demografi dan Perekonomian Kota Pontianak

By Administrator // Jumat, 03 Juli 2015 // 04:30 WIB // Kota Pontianak

Kependudukan

 

Penduduk dan pembangunan merupakan dua hal yang tidak dapat terpisahkan. Hal tersebut dikarenakan pada dasarnya penduduk merupakan pelaku pembangunan itu sendiri dan juga hasil dari pembangunan akan dinikmati oleh penduduk. Dengan kata lain penduduk merupakan pelaku sekaligus sasaran pembangunan. Maka dari itu data penduduk merupakan data pokok yang perlu diketahui karakteristiknya, (kuantitas, distribusi, komposisi dan kualitas) untuk mengetahui potensi maupun kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan   dalam rangka menuju subyek pembangunan yang berkualitas dan obyek pembangunan yang sejahtera.

 

Jumlah penduduk di Kota Pontianak setiap tahunnya mengalami peningkatan yang cukup signifikan, dimana pada tahun 1990 jumlah penduduk keseluruhan mencapai 431.328 jiwa, dan dalam kurun waktu 10 tahun, pada tahun 2000, meningkat menjadi 464.534 jiwa atau dengan pertumbuhan sebesar 7,7 persen. Kemudian dalam kurun waktu 10 tahun kemudian yaitu pada tahun 2010 menjadi 554.764 jiwa, atau mengalami pertumbuhan sebesar 19,42 persen.

 

Jumlah Penduduk Kota Pontianak Tahun 2010-2014

No

Tahun

Jumlah Penduduk

Laki-Laki

Perempuan

1

2010

554.764

277.971

      276.793

2

2011

565.856

283.529

      282.327

3

2012

575.843

288.533

287.310

4

2013

586.243

293.475

292.498

5

2014

598.097

298.689

299.408

                           Sumber : Badan Statistik Kota Pontianak

 

Kepadatan penduduk Kota Pontianak tahun 2014adalah 5.547 jiwa/Km2, jika dibandingkan dengan tahun 2013 dengan kepadatan penduduk sekitar 5.446 jiwa/Km2 maka terdapat peningkatan sebesar 1,8 persen. Kepadatan penduduk per kecamatan di Kota Pontianak relatif tidak merata. Kecamatan Pontianak Timur, walaupun dari sisi jumlah penduduk merupakan kecamatan yang memilki jumlah penduduk relatif kecil, hanya lebih besar daripada Kecamatan Pontianak Selatan dan Kecamatan Pontianak Tenggara, namun Kecamatan Pontianak Timur adalah kecamatan yang paling padat diantara kecamatan-kecamatan di Kota Pontianak.

 

Kepadatan Penduduk Kota Pontianak Per Kecamatan Tahun 2014

No

Kecamatan

Luas Km2

Penduduk

Kepadatan Jiwa/Km2

 

Jumlah

%

 
 

1

Pontianak Selatan

14,54

     87.955

14,71%

     6.049,17

 

2

Pontianak Tenggara

14,83

     48.646

8,13%

     3.280,24

 

3

Pontianak Timur

8,78

     88.761

14,84%

   10.109,45

 

4

Pontianak Barat

16,94

   133.239

22,28%

     7.865,35

 

5

Pontianak Kota

15,51

   118.274

19,78%

     7.625,66

 

6

Pontianak Utara

37,22

   121.222

20,27%

     3.256,90

 

Kota Pontianak

107,82

598.097

100,00%

5.547,18

 

Tahun 2013

107,82

587.169

100,00%

5.446

 

                    Sumber : Badan Pusat Statistik Kota Pontianak

 

Persentase Penduduk Berumur 10 Tahun Ke Atas Menurut Pendidikan

Yang Ditamatkan Kota Pontianak 2013

No

Tingkat Pendidikan

Persentase

1

Tidak Tamat SD

24,52

2

SD/MI

17,04

3

SMP/MTS

15,88

4

SLTA/MA/SMK

32,42

5

D1/D2/D3

3,42

6

D4/S1/S2

6,72

 

Jumlah

100

                           Sumber :Badan  Pusat  Statistik  Kota Pontianak

 

Salah satu variabel pendukung dalam peningkatan produktivitas suatu daerah dapat dilihat dari persentase penduduk yang telah menamatkan suatu tingkat pendidikan. Jika dilihat dari Persentase Penduduk Berumur 13 Tahun Ke Atas Menurut Pendidikan Yang Ditamatkan Pada tahun 2013, di Kota Pontianak terdapat 24,52 persen penduduk yang tidak tamat SD, 17,04 persen penduduk yang tamat SD atau sederajat, 15,88 persen penduduk yang tamat SMP sederajat, 32,42 persen penduduk yang tamat SLTA sederajat, 3,42 persen penduduk yang tamat D1/D2/D3, dan 6,72 persen penduduk yang lulus D4/S1/S2/S3.

 


Persentase penduduk miskin yaitu persentase penduduk miskin yang berada di bawah Garis Kemiskinan. Angka yang ditunjukkan oleh persentase penduduk miskin menunjukkan proporsi penduduk miskin di suatu wilayah. Persentase penduduk miskin yang tinggi menunjukkan bahwa tingkat kemiskinan di suatu wilayah juga tinggi.

 

Pensentase penduduk miskin di Kota Pontianak pada tahun 2010 naik dari tahun 2009, namun dengan banyaknya program-program pemerintah daerah Kota Pontianak dalam upaya mengurangi tingkat kemiskinan masyarakat menunjukkan hasil yang posisif.  Hal tersebut terbukti dengan menurunnya angka persentase penduduk miskin selama empat tahun berturut-turut (2010-2014) yaitu dari 6,62 persen menjadi 5,56 persen.

 

Dalam pembahasan masalah ketenagakerjaan, penduduk usia kerja dibedakan menjadi angkatan kerja dan bukan angkatan kerja. Angkatan kerja adalah mereka yang bekerja atau mencari pekerjaan, sedangkan bukan angkatan kerja adalah mereka yang mengurus rumah tangga atau mereka yang sedang sekolah. Dalam tabel dapat dilihat bahwa persentase angkatan kerja di Kota Pontianak pada tahun 2014 adalah 59,47 persen sedangkan 40,53 persen termasuk bukan angkata kerja. Ini berarti di Kota Pontianak ada potensi 59,47 persen penduduk usia kerja yang sudah atau perlu dikaryakan.

 

Uraian

Nilai (%)

Angkatan Kerja

59,47

Bukan Angkatan Kerja

40,53

Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK)

59,47

Tingkat Pengangguran Terbuka

7,05

                     Sumber: Badan Statistik Kota Pontianak

 

Pengangguran terbuka adalah penduduk yang tidak bekerja dan sedang mencari pekerjaan atau sedang mempersiapkan usaha baru atau penduduk yang tidak mencari pekerjaan karena merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan, termasuk pula penduduk yang sudah diterima bekerja namun belum mulai bekerja. Pada tahun 2014, tingkat pengangguran terbuka Kota Pontianak adalah 7,05. Ini artinya terdapat 7 persen dari penduduk usia kerja yang menganggur.

 

Dari gambar tersebut terlihat bahwa penduduk 10 tahun ke atas yang bekerja, terbanyak pada sektor non pertanian, yaitu mencapai 94 persen sedangkan yang bekerja pada sektor pertanain hanya 6 persen. Kemudian dari 94 persen yang bekerja di sektor non pertanian, terdapat 25 persen yang bekerja di jasa kemasyarakatan, sosial dan perorangan, 32 persen di perdagangan, rumah makan dan akomodasi 9 persen di industri dan 28 persen di sektor lainnya seperti konstruksi, listrik, air, dan keuangan.

 

Indeks Pembangunan Manusia merupakan salah satu ukuran kemajuan pembangunan manusia secara umum yang mencerminkan capaian kemajuan di bidang pendidikan kesehatan dan ekonomi. Dengan melihat perkembangan angka IPM dari tahun 2009 sampai dengan tahun 2013, tampak bahwa kemajuan pembangunan manusia di Kota Pontianak cukup signifikan. Angka IPM Kota Pontianak mengalami  peningkatan dari 72,41 pada tahun 2009 menjadi 74,64 pada tahun 2013, namun realisasi angka IPM tahun 2014 belum dapat disajikan karena masih menunggu perhitungan dari BPS.

 

Indikator utama Pembangunan pada analisis mikro ini adalah Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Ada 3 (tiga) dimensi yang menjadi tujuan dari IPM, yaitu:

  1. Dimensi Umur Panjang dan Sehat, indikator dari dimensi umur panjang dan sehat adalah angka harapan hidup. Di Kota Pontianak angka harapan hidup pada tahun 2013 sebesar 67,88 tahun, sementara standart UNDP nilai maksimum angka harapan hidup 85 tahun.
  2. Dimensi Pengetahuan, indikator pengetahuan adalah angka melek huruf dan rata-rata lama sekolah. Di Kota Pontianak angka melek huruf pada tahun 2013 sebesar 96,07, sementara standart UNDPD nilai maksimum angka melek huruf 100; adapun rata-rata sekolah di Kota Pontianak 9,86 tahun sedangkan standart UNDP 15 tahun.
  3. Dimensi Kehidupan yang layak, indikator dari dimensi ini adalah pengeluaran perkapita riil perbulan yang disesuaikan. Pada tahun 2013 pengeluaran riil perkapita Kota Pontianak Rp. 647.820,- sedangkan standart UNDP Rp. 737,720,-.

 

Pencapaian angka IPM Kota Pontianak sejak tahun 2009 sampai dengan  tahun 2013 menunjukkan peningkatan dan merupakan IPM tertinggi diantara kabupaten dan kota di Propinsi Kalimantan Barat. Ini memberikan gambaran bahwa secara rata-rata kualitas manusia di Kota Pontianak paling baik daripada di daerah lain di Provinsi Kalimantan Barat. Hal ini memang sudah seharusnya dikarenakan jumlah dan kualitas fasilitas pendidikan dan kesehatan di Kota Pontianak jauh lebih memadai daripada jumlah dan kualitas fasilitas pendidikan dan kesehatan di kabupaten/kota lain di Provinsi Kalimantan Barat.

 

Perekonomian

 

Kondisi Perekonomian Kota Pontianak Tahun 2014 mengalami peningkatan dari Tahun 2013, terbentuk dari delapan sektor kegiatan ekonomi dari enam kecamatan, pertumbuhan ekonomi Tahun 2014 sebesar 6,52 persen, sedikit melambat dibandingkan pertumbuhan ekonomi Tahun 2013 sebesar 6,92 persen. Seluruh sektor ekonomi menyumbangkan pertumbuhannya, diantara empat  sektor yang mendorong pertumbuhan ekonomi Kota Pontianak, sektor Pengangkutan dan Komunikasi mengalami pertumbuhan diatas rata- rata pertumbuhan ekonomi Kota Pontianak, sektor lainnya yang mempunyai  pengaruh tinggi terhadap PDRB yaitu sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran dan sektor Bangunan.

 

Selama periode 2010 – 2014 sektor ekonomi yang memberikan kontribusi pertumbuhan tertinggi diatas  rata-rata pertumbuhan PDRB Kota Pontianak  adalah Sektor pengangkutan dan komunikasi sebesar 8,93 persen, Tahun 2014 sektor ini mencapai pertumbuhan tertinggi sebesar 9,27  persen. Sektor ini  tumbuh lebih tinggi dari sektor lainnya,  sebagai konsekuensi tumbuhnya sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran dan sektor Bangunan utamanya dalam penggunaan moda transportasi arus distribusi barang dan penduduk dalam melakukan aktivitas ekonomi, kunjungan wisatawan mancanegara dan domestik, serta peningkatan volume bongkar muat pada pelabuhan Kota Pontianak  cenderung berpengaruh positif pada sektor pengangkutan dan komunikasi.

 

Struktur ekonomi Kota Pontianak Tahun 2014 didominasi oleh sektor  tersier yaitu perdagangan, hotel dan restoran dengan kontribusi terhadap perekonomian sebear 25,96 persen, diikuti oleh sektor Bangunan 20,07 persen, Pengangkutan dan Komunikasi sebesar 18,30 persen dan sektor Jasa-jasa sebesar 17,24 persen serta sektor Pengangkutan dan Komunikasi sebesar 17,43 persen,  keempat  sektor tersebut memberikan kontribusi dalam perekonomian sebesar  82,86 persen, sementara empat sektor lainnya seperti sektor Keuangan,persewaan dan jasa perusahaan 8,75 persen, sektor Industri pengolahan 6,78  persen, sektor Pertanian 1,41 persen dan Sektor Listrik dan Air memberikan kontribusi sebesar 0,48 persen.

 

                             Pertumbuhan Ekonomi Kota Pontianak Tahun 2009-2014

Sektor

2009

2010

2011

2012

2013

2014***

 1. Pertanian

5,09

3,44

5,22

3,83

4,90

4,83

 2. Pertambangan & Penggalian

-

-

-

-

-

-

 3. Industri Pengolahan

3,61

2,34

2,50

2,71

3,06

3,03

 4. Listrik dan Air Bersih

6,41

4,28

4,36

4,50

7,83

5,88

 5. Bangunan

10,79

5,27

5,81

6,46

7,65

7,66

 6. Perdag, Hotel & Restoran

4,40

6,24

7,24

6,66

8,13

6,96

 7. Pengangkutan & Kom

6,28

9,11

9,04

9,19

8,03

9,27

 8. Keu. Persewaan, & Jasa Persh

4,30

5,55

5,64

6,03

6,91

6,06

 9. Jasa Jasa

2,51

2,42

2,93

3,34

5,18

3,57

PDRB

5,36

5,38

5,89

6,06

6,92

6,52

 Sumber:  BPS Kota Pontianak Tahun 2014

 

Selama lima tahun terakhir inflasi tahunan Kota Pontianak selalu berada di atas inflasi nasional. Data terakhir inflasi Kota Pontianak tahun 2014 mencapai  9.38%, lebih tinggi dibanding inflasi nasional sebesar 8.36%. Meskipun demikian tekanan inflasi Kota Pontianak bulan Desember 2014 tersebut masih lebih rendah jika dibanding dengan tekanan inflasi bulan Desember 2013 yakni mencapai 9.48%  yang  juga meningkat seiring dengan kenaikan harga BBM subsidi pada akhir Juli 2013.

                    

Pembangunan fasilitas publik seperti perumahan, gedung kantor, rumah sakit, pusat perbelanjaan, gudang, sarana hiburan serta jalan jembatan dan lainnya baik yang dilakukan oleh Pemerintah maupun swasta sebagai konsekuensi dari perkembangan penduduk daerah perkotaan mendorong tumbuhnya Sektor Bangunan selama empat tahun terakhir, tahun 2014 sektor ini berkontribusi sebesar 20,07  persen terhadap total PDRB Kota Pontianak dengan nilai tambah sebesar 4,24 Trilyun Rupiah, rata-rata pertumbuhan selama empat tahun terakhir sebesar 6,57 persen.

 

Sektor Jasa-jasa dalam perekonomian Kota Pontianak merupakan sektor yang memberikan kontribusi cukup besar setelah sektor Bangunan, dengan sumbangan nilai tambah bruto sebesar 3,65  Trilyun Rupiah,  pada Tahun 2014 sektor ini bertahan pada pangsa  17,24 persen dari total nilai PDRB.  Apabila dilihat perkembangannya  dari  tahun 2010 hingga Tahun 2014 rata-rata pertumbuhan selama empat tahun mencapai 3,49 persen, berada dibawah rata-rata pertumbuhan ekonomi Kota.

 

Sektor lainnya yang memberikan Kontribusi terbesar keempat dalam pembentukan PDRB Kota Pontianak adalah sektor Pengangkutan dan Komunikasi.  Tahun 2014 sektor ini berkontribusi sebesar 18,30 persen terhadap total PDRB Kota Pontianak dengan nilai tambah sebasar 3,87 Trilyun Rupiah. Selama empat tahun sejak tahun 2010 hingga tahun 2013, kontribusi sektor Pengangkutan dan Komunikasi bertahan pada kisaran 18,46  persen terhadap total PDRB, sementara rata-rata pertumbuhannya mencapai level tertinggi yaitu sebesar 8,93 persen, berada diatas rata-rata pertumbuhan ekonomi Kota pontianak.

Share Post: