Purnatugas Hendro Subekti, Akhir Manis di BAPPEDA Pontianak

By Administrator // Jumat, 29 Oktober 2021 // 07:23 WIB // BAPPEDA Kota Pontianak

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kota Pontianak, Hendro Subekti resmi purnatugas per 1 November 2021. Tepat 36 tahun 11 bulan pengabdiannya sebagai Aparatur Sipil Negara. Perjalanan panjang yang dimulai dari posisi staf di Kantor Camat Ketungau Hulu, Kabupaten Sintang, hingga menjabat kepala badan.

Pembawaannya tenang. Tidak grasah-grusuh. Kalem dan adem. Akan tetapi rincian detail tak pernah lewat dari amatan. Bahkan untuk sebuah spasi di antarparagraf draf pidato Wali Kota.

Sering mengingatkan pegawai untuk presensi kepulangan, hingga menemani lembur. Paling tidak, duduk untuk sekadar bertanya kabar. Hendro Subekti, tipe atasan yang ambil bagian, bukan sekadar menunjuk dengan tangan.

Setidaknya itulah yang tertanam di kepala para pegawai Bappeda Kota Pontianak dan ditunjukkan lewat video perpisahan yang mereka buat. Lengkap dengan iringan lagu 'Sampai Jumpa' dari Endank Soekamti.

Memori dari tempat tujuh bulan terakhir Hendro bertugas, setelah kurang lebih lima tahun menjadi Kepala Badan Keuangan Daerah Kota Pontianak.

"Sampai sekarang 24 kali pindah dan diantarkan untuk mengakhiri masa tugas di Bappeda. Awal memulai yang berat dan diakhiri dengan manis di Bappeda Pontianak," ujar Hendro Subekti ketika perpisahan dengan para pegawai Bappeda Pontianak, Jumat (29/10/2021) siang.

Yang dimaksud Hendro dengan 'awal memulai yang berat' adalah ketika pertama kali menjadi ASN dan ditempatkan di Kantor Camat Ketungau Hulu, Kabupaten Sintang. Salah satu kecamatan yang langsung berbatasan dengan negara tetangga, Malaysia.

Lulus dari jurusan Manajemen Pemerintahan di Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN) tahun 1986, lelaki kelahiran Pontianak ini langsung dapat kejutan. Dari Pontianak, dia harus enam hari enam malam di Kapal Bandong untuk sampai di tujuan. Melayani langsung masyarakat di kecamatan. Kala itu, segala administrasi dari kelahiran hingga kematian jadi kewenangan kecamatan.

"Singgah di tiap desa untuk bongkar muat barang. Itu pengalaman yang tidak akan saya lupakan," kisah alumni SMAN 1 Pontianak ini.

Setelah dua tahun di perbatasan, Februari 1988, Hendro Subekti kembali ke Pontianak. Dia ditarik menjadi ajudan Gubernur Kalimantan Barat kala itu, Brigjen TNI (Purn) Parjoko Suryokusumo. Hingga kemudian pindah menjadi staf di Kantor Wali Kota Pontianak, Maret 1994.

Dari sana, kariernya moncer. Di Mei 1994, dia promosi menjadi Kepala Subbag Perangkat Wilayah Daerah Setwilda Kodya Dati II Pontianak, hingga beragam jabatan lain yang didominasi urusan keuangan daerah setelah menduduki posisi Kasi Penagihan Dispenda Pontianak pada 1998.

Dari total 24 kali mutasi, posisi Kepala Badan Keuangan Daerah jadi yang paling lama diemban. Kurang lebih lima tahun sejak 3 Agustus 2015 hingga 1 April 2021. Jabatan yang menurutnya paling berat. Sebab setiap hari, ada saja pesan masuk yang menambah beban kerja.

"Tapi semua harus diselesaikan karena berhubungan langsung dengan masyarakat," ceritanya ketika apel pelepasan purnatugasnnya yang dipimpin langsung Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, Jumat (29/10/2021) pagi.

Sedang untuk jabatan paling singkat, adalah ketika menjadi Staf Ahli Wali Kota Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia. Dari 5 September 2014 hingga 5 Januari 2015.

"Ada awal ada akhir untuk sebuah karier, begitu juga kehidupan. Itu harus kita jalani dan dalam perjalanan tersebut kita harus berupaya menjalankannya berlandaskan agama," pesannya.

Belajar dan belajar jadi modalnya dalam berkarier. Tugas dan posisi apa pun diyakininya akan menambah ilmu dan teman. Baik itu dari sejawat atau seorang staf. Paling penting, selalu siap dengan perubahan.

"Dalam menjalankan tugas negara harus diikuti dengan menjalani aturan yang baku. Kita harus mengikuti perkembangan perubahan aturan agar tidak salah ke depan. Makanya kita tidak boleh membenarkan yang biasa, tapi membiasakan yang benar, sehingga tidak akan menimbulkan masalah di kemudian hari," pesannya.

Jumat (29/1/0/2021) jadi hari terakhirnya masuk kerja sebagai ASN di Pemkot Pontianak. Tempat yang hampir dikunjunginya setiap hari sejak 27 tahun lalu. Sampai-sampai, Wali Kota Pontianak meningkahinya ketika sambutan di apel perpisahan.

"Mungkin satu minggu Pak Hendro masih pakai baju dinas," kata Edi Kamtono disambut gelak tawa peserta upacara perpisahan.

Edi Kamtono yakin, berat bagi Hendro Subekti meninggalkan Pemerintah Kota Pontianak. Apalagi dengan kebiasaan sehari-hari. Pertemuan dari rapat hingga koordinasi.

"Tapi semua ada masanya. Setiap masa ada orangnya. Kami harap Pak Hendro walau tidak aktif lagi tetap bisa membantu pemikiran, saran, dan pendapat untuk kemajuan kota," kata Edi.

Di Jumat itu, Hendro Subekti diantar pulang oleh seluruh pegawai Bappeda Kota Pontianak ke kediamannya di Jalan Parit H Husein II. Disambut istri tercinta, Sutinah di rumah.

Perlahan, lagu 'Sampai Jumpa' dari Endank Soekamti kembali berputar.

Datang akan pergi,
Lewat 'kan berlalu,
Ada 'kan tiada,
Bertemu akan berpisah...

Share Post: