Surat Edaran Walikota Pontianak Nomor 4/BAPPEDA/TAHUN 2019 tentang Penyalahgunaan Inhalan oleh anak-anak di Kota Pontianak

By Administrator // Rabu, 20 Februari 2019 // 09:09 WIB // Kota Pontianak

BAPPEDA Kota Pontianak telah menyelenggarakan Rapat Koordinasi Perumusan Surat Edaran Walikota Pontianak tentang Pengawasan Penggunaan Bahan Zat yang Berbahaya pada tanggal 16 Januari 2019 bertempat di Ruang Rapat Kepala BAPPEDA Kota Pontianak. Rapat ini dihadiri oleh perwakilan dari Dinas Pengendalian Penduduk, KB, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Sosial, Perwakilan Yayasan Nanda Dian Nusantara, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Kesehatan, Satuan Polisi Pamong Praja, Camat-Camat, Bagian Hukum SETDA Kota Pontianak sertaTim  Bidang Penelitian dan Pengembangan BAPPEDA Kota Pontianaak. Dalam rapat ini diinisiasi Surat Edaran Walikota Pontianak tentang Pencegahan Penyalahgunaan Inhalan oleh Anak-anak di Kota Pontianak.

Surat Edaran Walikota ini dikeluarkan melihat fenomena yang marak terjadi di kota-kota besar di Indonesia termasuk di Kota Pontianak, yaitu penyalahgunaan lem oleh anak-anak dan remaja. Lem yang merupakan barang legal yang dapat dijual dimana saja pada perkembangannya disalahgunakan oleh anak-anak untuk mendapatkan efek nge-fly, kegiatan ini biasa mereka sebut dengan ngelem. Dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 422/Menkes/SK/II/2010 tentang Pedoman Penatalaksanaan Medik Gangguan Penggunaan NAPZA dijelaskan bahwa lem merupakan bagian dari inhalan yang merupakan salah satu zat adiktif. Dijelaskan bahwa inhalan merupakan zat kimiawi yang mudah menguap dan berefek psikoaktif. Inhalan terkandung dalam barang yang lazim digunakan dalam rumah tangga sehari-hari seperti lem, hairspray, cat, gas pemantik dan sering disalahgunakan oleh anak-anak agar cepat high. Kebanyakan anak-anak ini tidak mengetahui resiko menghirup gas yang mudah menguap ini. Meski hanya dihirup dalam satu waktu pendek, penggunaan inhalan dapat menggganggu irama jantung dan menurunkan kadar oksigen  yang keduanya dapat menyebabkan kematian. Penggunaan reguler akan mengakibatkan gangguan pada otak, jantung serta ginjal. Gas ini bersifat adiktif sehingga penyalahgunaannya akan mengakibatkan ketagihan dan ingin selalu mengulang menggunakannya.

Melihat akibat berbahaya yang diakibatkan oleh gas inhalan ini dan kurangnya pengetahuan anak-anak dan remaja serta masyarakat akan akibat yang dapat ditimbulkan maka Pemerintah Kota Pontianak mengeluarkan Surat Edaran Walikota Pontianak Nomor 4/BAPPEDA/TAHUN 2019 tentang Penyalahgunaan Inhalan oleh anak-anak di Kota Pontianak. Surat edaran ini memuat tentang :

  1. Dasar hukum yang menjadi acuan dikeluarkannya Surat Edaran ini;
  2. Informasi umum yang menjelaskan tentang jenis-jenis lem/inhalen serta bentuk dan akibat dari penyalahgunaan lem/inhalen dari segi medis;
  3. Himbauan kepada pedagang, orang tua, pengurus RT/RW, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda dan seluruh elemen masyarakat untuk membantu mengawasi anak-anak dan remaja di lingkungannya masing-masing agar tidak terjadi penyalahgunaan lem/inhalen;
  4. Instruksi kepada kepala sekolah, orang tua, seluruh perangkat daerah, camat dan lurah untuk meningkatkan koordinasi, sosialisasi dan bimbingan sebagai upaya pencegahan penyalahgunaan lem/inhalen.

Pendistribusian dan sosialisasi Surat Edaran Walikota Pontianak ini dibagi ke beberapa instansi penanggungjawab diantaranya: Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Pontianak, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak, Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan Kota Pontianak, Dinas Pengendalian Penduduk, KB, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Pontianak, Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Satuan Polisi Pamong Praja Kota Pontianak, Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kota Pontianak, Dinas Sosial Kota Pontianak, Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Pontianak, Dinas Penanaman Modal, Tenaga Kerja dan PTSP Kota Pontianak, serta seluruh kecamatan di lingkungan Pemerintah Kota Pontianak.

Untuk melihat efektivitas pendistribusian dan sosialisasi Surat Edaran Walikota dimaksud, Badan Perencanaan Pembangunan akan melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala sesuai dengan jadwal yang telah dibuat. Diharapkan akan ada penurunan secara signifikan terhadap jumlah anak yang ngelem di Kota Pontianak.

Share Post: