Tingkatkan Partisipasi Publik Lewat RUMPON

By Administrator // Rabu, 08 Desember 2021 // 07:26 WIB // BAPPEDA Kota Pontianak

PONTIANAK - Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Pontianak meningkatkan partisipasi publik lewat Rumah Komunitas Pontianak (RUMPON) dalam pembangunan kota. Inovasi pemberdayaan masyarakat ini berjalan sejak November 2019. Mereka yang terlibat didominasi anak muda dan merupakan bonus demografi yang dirasakan kota.

"Tujuannya, selain meningkatkan skil individu, juga agar aspirasi serta laporan dari warga dapat diserap dan sampai ke pemerintah daerah, dalam hal ini Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bappeda Kota Pontianak, Trisna Ibrahim dalam Ekspos Kinerja Akhir Tahun 2021 dan Bincang Publik 'Partisipasi Masarakat Dalam Pengawasan Pelayanan Publik di Kantor Ombudsman RI Perwakilan Kalbar, Rabu (8/12/2021).

Partisipasi publik memang menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan pemerintahan. Termasuk di dalamnya pelayanan kepada masyarakat.

“Motto kita adalah maju bersama. Bersama kita kolaborasi, bersama kita bersinergi. Oleh karena itu ada RUMPON sebagai wadah aspirasi masyarakat yang diberdayakan pemerintah,” paparnya.

Trisna mengatakan APBD Kota Pontianak belum cukup untuk membangun kota yang luas. Sehingga ide dan peran komunitas masyarakat diperlukan sebagai perumus kebijakan kepala daerah.

“Kalau kita mau, kita kurangi ego sektoral masing-masing, kita kedepankan kepentingan Kota Pontianak yang jauh lebih maju sebagai kota jasa yang berwawasan lingkungan. Kita perlu bersinergi, pemerintah dukung lewat kolaborasi program,” ujarnya.

Dia menilai, komunitas yang ada di Kota Pontianak sama hebatnya dengan yang ada di Jawa. Mereka memahami masalah di akar rumput, sehingga karyanya seringkali dapat dirasakan manfaatnya bagi sesama.

Dengan terjalinnya kerja sama antar sektor, Trisna berharap tercipta inovasi dengan mengoptimalkan partisipasi masyarakat, khususnya saat menghadapi bonus demografi ini.

“Kreativitas dan pembangunan daerah tidak lagi bersifat satu arah dari atas ke bawah, namun dua arah, dimulai dari partisipasi masyarakat,” pungkasnya. (*)

Share Post: