Company Logo

Sistem Informasi

Internal Link

Ancaman Bencana

Ancaman Bencana

 

Dalam Undang-Undang No 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, dikenal pengertian dan beberapa istilah terkait dengan bencana. Bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam dan/atau faktor nonalam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis. Bencana alam adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau serangkaian peristiwa yang disebabkan oleh alam antara lain berupa gempa bumi, tsunami, gunung meletus, banjir, kekeringan, angin topan, dan tanah longsor.

Secara Geografis Wilayah Kota Pontianak yang berada di Pulau Kalimantan tidak dilalui dengan jalur gunung berapi aktif seperti kota-kota di hampir sebagian besar pulau selain Kalimantan. Tetapi karena kondisi permukaan lahan yang rendah serta dilalui oleh beberapa sungai besar, Kota Pontianak sangat dipengaruhi dengan arus pasang surut air sungai. Maka tidak jarang Kota Pontianak sering tergenang saat intensitas hujan meningkat apalagi jika bersamaan dengan pasang air sungai. Peristiwa alam lainnya yang pernah terjadi di Kota Pontianak adalah Badai Angin Puting Beliung dan Kabut Asap akibat kebakaran hutan.

 

1.  Banjir

 

Menurut SK SNI M-18-1989-F (1989) dalam Suparta (2004) Banjir adalah aliran yang relatif tinggi, dan tidak tertampung oleh alur sungai atau saluran. Dan air itu mengalir keluar dari sungai atau saluran karena sungai atau salurannya sudah melebihi kapasitasnya. Secara geografis Kota Pontianak dilalui oleh Sungai Kapuas serta topografinya yang sebagian besar wilayahnya merupakan lahan yang datar dengan kemiringan lahan 0 - 2 %. Terdapat beberapa lokasi dengan potensi genangan yang cukup luas antara lain:

  • Parit Tokaya dan Sekitarnya : Kawasan Masjid Raya Mujahidin, Jalan KS. Tubun, Sutoyo, Suprapto dan Ahmad Yani
  • Sungai Bangkong : jl. Alianyang dan Sekitarnya dan jalan Putri Daranante
  • Wilayah Parit Bentasan Sekitar Sungai Malaya
  • Wilayah sekitar Jeruju sampai Jl. Karet
  • Wilayah Batu Layang
  • Sebagian Besar wilayah Pontianak Timur yaitu Sekitar jalan Panglima Aim
  • Wilayah sekitar Parit H. Husin I dan Sungai Raya Dalam

 

Wilayah genangan yang terdapat di Kota Pontianak sebagaian besar merupakan genangan sesaat yang disebabkan oleh intensitas hujan yang tinggi. Selain itu luasnya wilayah genangan di Kota Pontianak disebabkan oleh beberapa hal sebagai berikut:

  • Banyaknya terjadi penyempitan saluran primer
  • Keberadaan jembatan di beberapa saluran primer
  • Bangunan di sepanjang bantaran sungai
  • Terbatasnya ketersediaan daerah resapan
  • Prilaku masayarakat yang masih membuang sampah ke Sungai
  • Kurangnya jalan paralel dengan parit dan Sungai
  • Penyempitan jembatan di jalan Ahmad Yani, Tanjungpura dan Imam Bonjol
  •  Banyaknya bangunan di atas parit
  • Kondisi permukaan wilayah kota berada pada permukaan yang rendah, dan jika permukaan air pasang tertingginya minus 40 sentimeter

Beberapa solusi yang dapat dilakukan adalah membongkar bangunan di atas parit, normalisasi parit, pengerukan parit, peninggian jalan, pengendalian perkembangan kawasan terbangun, terutama pada kawasan yang berfungsi sebagai resapan dan pengendalikan kepadatan bangunan dan ketersediaan lahan resapan pada masing-masing kavling dengan aturan Koefesien Dasar Bangunan.

 

2.  Kebakaran dan Kabut Asap

 

Pontianak yang terletak di sekitar Equator merupakan daerah yang potensial untuk terbentuknya kabut asap pada pagi hari yang didahului dengan adanya proses pemanasan dan pendinginan. Adanya variasi tersebut menandakan bahwa jenis kabut yang terjadi adalah kabut radiasi, dengan waktu kejadiannya pada pagi hari.

Kota Pontianak yang terletak di wilayah Equator sering mengalami peristiwa cuaca yang berhubungan dengan kebakaran hutan. Kebakaran hutan yang berlangsung pada tahun 2006 merupakan salah satu dampak kekeringan yang melanda wilayah tersebut. Kebakaran hutan menghasilkan asap tebal yang bertahan lama di atmosfer. Visibility akan berkurang bahkan hingga kurang dari 100 m. Selain itu, polusi asap juga dapat menggangu kesehatan masyarakat, kerusakan lingkungan, dan gangguan terhadap sektor perhubungan. Oleh karena itu, perlu dilakukan kajian mengenai tingkat kekeringan yang terjadi dengan kemungkinan terjadinya kebakaran hutan sehingga kerugian yang terjadi dapat diminimalisir.

 

3.  Angin Puting Beliung

Memasuki musim Panca Roba (Musim transisi dari musim kemarau ke musim hujan) Pontianak rentan terhadap Angin Puting Beliung. Itu disebabkan Pontianak merupakan dataran rendah dan daerah terbuka. Badai Angin kekuatannya dapat menghancurkan beberapa bangunan semi permanen di beberapa bagian wilayah kota. Kota Pontianak beberapa kali dilanda badai sesaat yang mampu memporak-porandakan sejumlah kawasan di Kota ini. Transportasi di beberapa kawasan sempat lumpuh, beberapa rumah warga atapnya melayang, kios-kios berantakan, warga dibuat ketakutan mendengar petir yang bersahut-sahutan. Hujan lebat disertai angin kencang yang melanda Kota Pontianak.

 

 

External Link




Bappeda Kota Pontianak | Jl. Zainuddin no. 5 telp (0561) 734294 - 733045 - 733045 | e-mail : bappeda@pontianakkota.go.id