Company Logo

Sistem Informasi

Internal Link

Headlines

Liputan Khusus : Karnaval Khatulistiwa Meriahkan Puncak Peringatan HUT RI ke-70 di Pontianak


24 Agustus 2015

 


Merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-70 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Kota bekerja sama dengan Panitia Nasional Gerakan Ayo Kerja 70 Tahun Indonesia Merdeka (G70) menyelenggarakan parade kebudayaan Nusantara bertajuk “Karnaval Khatulistiwa”. Acara nasional tersebut berlangsung pada 22 Agustus 2015 di Pontianak, Kalimantan Barat. Pontianak menjadi daerah di luar Jakarta yang pertama menghelat lokasi puncak peringatan HUT RI. Karnaval ini digelar untuk membangun optimisme Indonesia dari daerah untuk menghadapi tantangan ke depan.


Karnaval Khatulistiwa diikuti 34 provinsi ditambah dengan 14 kabupaten/kota di Kalbar. Instansi pemerintah juga akan dilibatkan. Karnaval meriah dengan rangkaian kegiatan di darat dan air (sungai), serta panggung hiburan yang menampilkan sejumlah grup musik nasional. Bentuk karnaval sendiri akan memiliki desain istimewa dengan melibatkan kurator khusus disesuaikan dengan etnis, suasana, dan pencahayaan.


Read more: Liputan...

Pontianak Panen Penghargaan Di Bulan Agustus


20 Agustus 2015

 

Menyambut bulan peringatan Kemerdekaan RI, Pemerintah Kota Pontianak panen penghargaan. Tercatat dua pengharagaan diperoleh Pemerintah Kota Pontianak yang diserahkan di bulan agustus ini.


Penghargaan pertama adalah penghargaan Kota Bersih dan Teduh kategori kota besar dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Barat (Kalbar). Dengan diraihnya penghargaan ini, berarti kali kedua Kota Pontianak dinobatkan sebagai Kota Bersih dan Teduh se-Kalbar. Penghargaan tersebut diserahkan oleh Gubernur Kalbar, Cornelis kepada Wakil Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono pada malam Resepsi Kenegaraan dalam rangka HUT ke-70 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8) malam di Pendopo Gubernur.


Read more: Pontianak...

Rancangan APBD-P: Volume APBD Naik Menjadi Rp 1,59 triliun


14 Agustus 2015


 

Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak menyampaikan nota keuangan dan rancangan Peraturan Daerah (Perda) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBDP) Kota Pontianak tahun anggaran 2015 di ruang rapat paripurna DPRD Kota Pontianak, Jumat (14/8). Pada rancangan perubahan APBD tersebut, terjadi peningkatan volume APBD murni yang semula sebesar Rp 1,56 triliun naik sebesar Rp 22,38 miliar (1,43 persen) sehingga volume APBD pada rancangan perubahan menjadi Rp 1,59 triliun. “Secara umum persentase belanja tidak langsung adalah sebesar 46,48 persen  dan untuk belanja langsung sebesar 53,52 persen dari total belanja daerah,” ujar Wali Kota Pontianak, Sutarmidji usai memaparkan rancangan perubahan APBD tahun anggaran 2015.

 

Dijelaskannya, belanja tidak langsung sebesar Rp 722,49 miliar atau naik 2,57 persen. Namun ada beberapa komponen yang tidak mengalami perubahan diantaranya belanja bunga sebesar Rp 250 juta, belanja subsidi Rp 450 juta, belanja hibah Rp 18,71 miliar dan belanja bantuan sosial (bansos) Rp 7,54 miliar. “Sedangkan belanja langsung pada APBD murni semula sebesar Rp 838,52 miliar, pada rancangan perubahan berkurang sebesar Rp 6,62 miliar menjadi Rp 831,90 miliar,” terangnya.

 

Read more: Rancangan...

Kota Pontianak Kembali Dinobatkan Sebagai Kota Layak Anak Kategori Madya


12 Agustus 2015

 

Pemerintah Kota Pontianak kembali mendapatkan penghargaan Kota Layak Anak (KLA). Dalam dua tahun  terakhir (2013, 2014) Kota Pontianak telah dinobatkan sebagai kota Layak Anak kategori Madya. Sedangkan dua tahun sebelumnya (2011, 2012) Kota Pontianak dinobatkan  sebagai Kota Layak Anak kategori Pratama.

Terdapat 260 kabupaten/kota yang dinilai dalam penghargaan Kota Layak Anak tersebut. Penghargaan diserahkan secara simbolis oleh Presiden RI Joko Widodo di Halaman Istana Bogor, Selasa (11/8/2015). "Pontianak kembali meraih penghargaan Kota Layak Anak ini untuk yang keempat kali. Dua kali di pratama dan dua kali di madya. Mudah-mudahan tahun depan naik peringkat," ujar Wali Kota Pontianak, Sutarmidji usai menerima penghargaan.

Menurutnya, menjadikan suatu kota layak anak itu bukan hal yang gampang. Diakui Midji, hal-hal yang berkaitan dengan ekploitasi anak masih ada terjadi. "Terutama kejahatan terhadap seks yang anak jadi korban masih juga terjadi tapi kita akan melakukan langkah yang tegas untuk penindakan dan kita juga akan menjadikan Pontianak betul-betul kota layak anak," ungkapnya.


Read more: Kota...

Bank Indonesia dan Pemkot Pontianak Tandatangani MoU Elektronifikasi Transaksi Keuangan


07 Agustus 2015

 

Pemerintah Kota Pontianak dan Bank Indonesia Perwakilan Wilayah Kalimantan Barat melakukan MoU kesepahaman elektronifikasi transaksi keuangan untuk memaksimalkan program gerakan nasional Non Tunai di kota itu.

"Gerakan Non Tunai ini sudah menjadi salah satu upaya pemerintah untuk meminimalkan pencetakan uang tunai. Makanya, kita sangat mendukung program ini dan kita juga sudah melakukan kerjasama dengan beberapa Bank untuk melaksanakan program ini," kata Walikota Pontianak, Sutarmidji, usai melakukan MuO dengan Bank Kalbar di Pontianak, Kamis.

Menurutnya, GNNT tersebut juga diarahkan untuk mewujudkan sistem pembayaran dan instrumen pembayaran nontunai dan harus menjadi gaya hidup masyarakat kota Pontianak.

"Karena pembayaran dengan uang tunai itu sudah ketinggalan zaman, bahkan bisa saya bilang itu sudah kuno. Jadi masyarakat kota Pontianak harus bisa mengikuti perkembangan zaman, melakukan setiap transaksi keuangan dengan nontunai," tuturnya.

Dia mengatakan, jika masyarakat bisa membantu menyukseskan program GNT itu, maka negara ini bisa menghemat uang puluhan triliun untuk biaya pencetakan uang. Makanya, semangat gerakan nontunai ini harus didukung masyarakat.


Read more: Bank...

FGD Penyusunan Rencana Kerja Strategis Pembangunan Kota Baru: Bangun Waterfront Sungai Kapuas sebagai Wajah Baru Kota Pontianak

 


10 Juli 2015


Kota Pontianak terpilih sebagai salah satu dari lima kota baru yang akan direvitalisasi dalam program Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019. Direktur Perumahan dan Pemukiman Bappenas, Nugroho Tri Utomo menjelaskan kelima kota tersebut yaitu, Tanjung Selor (Kaltara), Sofifi (Maluku Utara), Pontianak (Kalbar), Sintang (Kalbar) dan Kota Baru (Kalsel). Pontianak dipilih menjadi kota pertama yang direvitalisasi lantaran dinilai memiliki potensi yang sangat besar sebagai kota sungai dengan membangun waterfront.

 

Ia menjelaskan, membangun kota baru, bukan berarti membangun sebuah kota dari nol, melainkan bisa juga merevitalisasi dan menata kembali suatu kawasan yang akan dijadikan kota baru, terutama bagi kota yang punya potensi khusus, seperti Kota Pontianak yang memiliki Sungai Kapuas terpanjang di Indonesia.

 

"Kota Pontianak termasuk kota sungai, meskipun banyak juga kota lainnya yang memiliki sungai, tetapi Pontianak yang dipilih untuk dijadikan atau ditata menjadi kota baru, terutama kawasan pinggir Sungai Kapuas," ungkapnya.


Read more: FGD...

Untuk Keempat Kali Beruntun, Kota Pontianak Raih Predikat WTP

Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kota Pontianak tahun 2014 kembali menyandang predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar). Predikat tertinggi dalam opini yang diberikan BPK ini merupakan ke empat kalinya yang disandang Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak secara berturut-turut yakni sejak tahun 2011 hingga 2014. Bahkan yang menjadi special dalam capain di tahun 2014 ini adalah di dalam laporan keuangannya di tahun 2014, Pemkot Pontianak sudah lebih dulu menerapkan akrual basis meskipun sebenarnya sistem tersebut baru wajib diterapkan mulai tahun 2016 mendatang oleh Pemerintah Pusat.


Wali Kota Pontianak, Sutarmidji mengatakan pihaknya tahun ini sudah mulai menerapkan laporan keuangan berbasis akrual kendati predikat WTP yang diraih dengan paragraf penjelasan. “Sehingga lebih mudah memperbaikinya dari pada nanti baru mulai menerapkan akrual basis,” katanya usai menerima Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) LKPD Kota Pontianak tahun 2014
bersama 10 kabupaten/kota lainnya  Jumat (3/7) di Aula BPK RI Perwakilan Provinsi Kalbar.


Read more: Untuk...

Untuk Keempat Kali Beruntun, Kota Pontianak Raih Predikat WTP


6 Juli 2015

 

Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kota Pontianak tahun 2014 kembali menyandang predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar). Predikat tertinggi dalam opini yang diberikan BPK ini merupakan ke empat kalinya yang disandang Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak secara berturut-turut yakni sejak tahun 2011 hingga 2014. Bahkan yang menjadi special dalam capain di tahun 2014 ini adalah di dalam laporan keuangannya di tahun 2014, Pemkot Pontianak sudah lebih dulu menerapkan akrual basis meskipun sebenarnya sistem tersebut baru wajib diterapkan mulai tahun 2016 mendatang oleh Pemerintah Pusat.

 

Wali Kota Pontianak, Sutarmidji mengatakan pihaknya tahun ini sudah mulai menerapkan laporan keuangan berbasis akrual kendati predikat WTP yang diraih dengan paragraf penjelasan. “Sehingga lebih mudah memperbaikinya dari pada nanti baru mulai menerapkan akrual basis,” katanya usai menerima Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) LKPD Kota Pontianak tahun 2014 bersama 10 kabupaten/kota lainnya  Jumat (3/7) di Aula BPK RI Perwakilan Provinsi Kalbar.


Read more: Untuk...

Liputan Khusus: Peringatan Hari Berkabung Daerah Generasi Muda Harus Bangun Kalbar dan Pontianak untuk Menghargai Pengorbanan Pahlawan


30 Juni 2015

 

Senin (29/6) di halaman Komplek Kantor Wali Kota Pontianak, Walikota  Pontianak beserta segenap jajaran memperingati Hari Berkabung Daerah (HBD) Provinsi Kalimantan Barat dengan menggelar upacara bendera.

 

Kegiatan ini merupakan pelaksanaan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2007 tentang Peristiwa Mandor pada 28 Juni Sebagai Hari Berkabung Daerah Provinsi Kalimantan Barat, yang tidak lain merupakan bentuk kepedulian sekaligus untuk mengenang peristiwa sejarah berdarah terhadap perjuangan pergerakan nasional yang terjadi di Mandor.

 

Wali Kota Pontianak yang langsung memimpin apel tersebut mengatakan, peristiwa Mandor dimana terjadi pembantaian massal pada tanggal 28 Juni 1944 silam meninggalkan rasa prihatin yang mendalam hingga saat ini karena satu generasi terdiri dari kaum cerdik pandai, cendekiawan maupun tokoh-tokoh di Kalbar menjadi korban kebiadaban tentara Jepang saat itu. Untuk menghormati para pahlawan tersebut, sudah semestinya merealisasikan apa yang diinginkan melalui pemikiran-pemikiran mereka baik untuk Kalbar umumnya dan Pontianak khususnya supaya daerah ini lebih cepat maju dan berkembang.


Read more: Liputan...

Meningkatkan Efisiensi Pengelolaan Keuangan Daeran Melalui Elektronifikasi Pembayaran

 

22 Juni 2015

 


Saat ini pemerintah dan 
Bank Indonesia tengah menggalakkan program Elektronifikasi, yaitu suatu upaya untuk mengubah transaksi masyarakat yang semula dilakukan secara manual menjadi elektronik, dari metode pembayaran tunai menjadi pembayaran non-tunai, serta pelaku transaksi keuangan yang sebelumnya bersifat eksklusif menjadi inklusif.

 


Elektronifikasi merupakan bagian dari implementasi Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) yang digagas Pemerintah Pusat guna meningkatkan transaksi non tunai di masyarakat yang saat ini masih tergolong rendah 31%. Selain itu elektronifikasi juga mendorong terwujudnya keuangan inklusif karena dapatmembuka akses masyarakat untuk terhubung dengan layanan keuangan serta mendekatkan lembaga keuangan kepada masyarakat hingga ke daerah terpencil (remote area).

 


Read more: Meningkatk...

Liputan Khusus: Indeks Kota Cerdas Indonesia (IKCI) 2015 Menuju Kota Pontianak yang “Smart”


12 Juni 2015

 

Tim Peneliti Smart City, Rabu (10/6) bertandang ke Kota Pontianak. Kedatangan tim ini dalam rangka kegiatan meneliti Indeks Kota Cerdas Indonesia (IKCI) kerja sama antara Kompas dengan Lembaga Pengembangan Inovasi dan Kewirausahaan Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk mengukur atau melakukan penilaian lebih mendalam terhadap Kota Pontianak yang masuk dalam 15 besar kota cerdas dari 98 kota se- Indonesia.

 

Rombongan diterima oleh Wakil Walikota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono beserta seluruh jajaran SKPD Pemerintah Kota Pontianak. Dikesempatan tersebut Edi Mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh masyarakat kota Pontianak lantaran Pontianak dapat masuk dalam 15 kota dari 98 total kota seluruh Indonesia. “Kita berharap bisa terus menjadi pemenang. Upaya-upaya ini intinya sudah kita lakukan sejak 10 tahun terakhir. Pontianak masuk 15 besar dari 98 kota se- Indonesia menurutnya itu sudah menjadi hal luar biasa. "Kita berharap bisa masuk lima besar dan seterusnya," katanya.

 

Read more: Liputan...

Liputan Khusus : Kunjungan Menteri PPN/Kepala BAPPENAS


8 Juni 2015

 


Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN), Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Andrinof Chaniago menyatakan komitmen Pemerintah Pusat menata pinggiran sungai Kapuas dikota Pontianak. Dia melihat selama ini sungai Kapuas tidak dimanfaatkan sebagaimana Negara-negara lainnya.  “Karena di negara lain sungai besar seperti ini (Kapuas) dimanfaatkan jauh lebih baik, “ungkapnya di Pontianak, jumat (5/6).

 

Agenda utama menteri andrinof  ke Pontianak adalah untuk melihat langsung kondisi sungai Kapuas yang kemudian akan dilanjuti dengan perencanaan penataannya. Sejak pagi andrinof menggelar pertemuan dibalai petitih, kantor gubernur Kalbar. Sore harinya dia menyusuri sungai Kapuas dan sungai landak, dilanjutkan dengan pertemuan ditaman alun Kapuas malam hari.

 

Read more: Liputan...

Perkembangan Demografi dan Perekonomian Kota Pontianak


3 Juni 2015

 

Kependudukan

 

Penduduk dan pembangunan merupakan dua hal yang tidak dapat terpisahkan. Hal tersebut dikarenakan pada dasarnya penduduk merupakan pelaku pembangunan itu sendiri dan juga hasil dari pembangunan akan dinikmati oleh penduduk. Dengan kata lain penduduk merupakan pelaku sekaligus sasaran pembangunan. Maka dari itu data penduduk merupakan data pokok yang perlu diketahui karakteristiknya, (kuantitas, distribusi, komposisi dan kualitas) untuk mengetahui potensi maupun kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan   dalam rangka menuju subyek pembangunan yang berkualitas dan obyek pembangunan yang sejahtera.


Read more: Perkembang...

Untuk Kedua Kali Beruntun TPID Kota Pontianak Terbaik di Wilayah Indonesia Timur


29 Mei 2015

 


Kota Pontianak kembali dinobatkan sebagai Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Terbaik tingkat kabupaten/kota untuk wilayah Indonesia Timur. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Presiden RI, Joko Widodo kepada Wali Kota Pontianak, Sutarmidji di Grand Sahid Jaya Hotel Jakarta, Rabu (27/5) saat kegiatan Rakornas VI TPID 2015 dengan didamping oleh Sekretaris Daerah Kota Pontianak Mochamad Akip.

 


TPID Kota Pontianak berhasil mengungguli dua nominator lainnya yakni TPID Kota Banjarmasin dan Kota Samarinda. Di Wilayah Indonesia Timur, Kota Pontianak bersaing dengan kabupaten/kota se-Kalimantan, se-Sulawesi, se-NTT, se-NTB dan se-Papua.

 


Dalam kesempatan itu juga diserahkan penghargaan kepada 12 daerah sebagai Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Terbaik dan TPID berprestasi. Penghargaan TPID Terbaik dan TPID Berprestasi diberikan kepada daerah-daerah dengan kinerja terbaik di tahun 2015. Penghargaan diberikan pada TPID yang mewakili Kawasan Sumatera, Jawa, dan Timur Indonesia. 



Read more: Untuk...

Wakil Walikota Pontianak Hadir Kegiatan Perpisahan Siswa Kelas VI Sekaligus Pencanangan Penghijauan di Lingkungan Sekolah SDN 27 Pontianak Utara


27 Mei 2015

 

Sebagaimana yang pernah kita alami semua bahwa acara perpisahan atau pelepasan siswa yang telah lulus dari sekolahnya merupakan saat-saat manis dan penuh haru, hal ini dikarenakan sekolah adalah orangtua kedua bagi siswa dalam memperoleh pendidikan dan bekal hidup anak di masa depan. Sekolah yang baik tentunya tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan semata, namun harus dibarengi dengan penanaman karakter budi pekerti, disiplin, empati sosial dan cinta lingkungan. Selain daripada itu sekolah juga harus mampu menciptakan kondisi sekolah dan proses pembelajaran yang menyenangkan, sesuai dengan filosofi Ki Hajar Dewantara yaitu sekolah adalah sebuah taman yang menyenangkan.

 

Hal tersebut terungkat dalam sambutan Wakil Walikota Pontianak Edi Rusdi Kamtono dalam acara pelepasan siswa/anak-anak kelas VI SDN. 27 Pontianak sekaligus pencanangan penghijauan, yaitu penanaman pohon disekitar lingkungan sekolah sebagai upaya nyata dalam mewujudkan program Clean and Green Equator City dan juga merupakan tindak lanjut pelaksanaan Kecamatan Pontianak Utara Bersih yang dilaksanakan sebemunya.


Read more: Wakil...

Forum Center for Public Services: Walikota Pontianak Ubah Wajah Birokrasi untuk Kerja Optimal


26 Mei 2015


Wali Kota Pontianak Sutarmidji, menuai pujian usai menjadi pembicara pada Forum Center for Publik Service (CPS) yang membahas tema “Revolusi Mental Dalam Pelayanan Publik” di Gedung Eighty Eigh t@Kasablanka Lantai 8, Kasablanka, Jaksel, Jumat (22/5/2015). Dalam acara bertepatan dengan 25 tahun MarkPlus Inc. sebuah lembaga yang digagas oleh pakar manajemen Hermawan Kertajaya, kesuksesan Sutarmidji memimpin Kota Pontianak dalam dua periode mendapat apresiasi. 

 

Hadir sebagai panelis, selain Sutarmidji, juga Pemimpin Redaksi Metro TV Putra Nababan, Pemred media online Detik.com Arifin Asydhad, Asisten Deputi Kooordinasi Pelaksanaan dan Pemantauan dan Evaluasi Pelayanan Publik I Kemenpan-RB Noviana Andriana. Acara dibuka oleh Executive Director CPS Setyo Riyanto.

 

Read more: Forum...

REKOMENDASI DPRD KOTA PONTIANAK TERHADAP LAPORAN KETERANGAN PERTANGGUNGJAWABAN WALIKOTA PONTIANAK TAHUN ANGGARAN 2014

18 Juni 2015

 

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pontianak telah menyampaikan berbagai rekomendasi kepada Walikota Pontianak (14/05) terkait Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Kepala Daerah tahun 2014. Intinya adalah bahwa dewan meminta pada eksekutif untuk meningkatkan pelayanan publik. Berbagai pekerjaan rumah untuk Pemkot diuraikan pada rekomendasi tersebut, mulai dari masalah pelayanan air bersih sampai pada pengkajian keberadaan PD.Kapuas Indah yang dianggap tidak memberi keuntungan bagi daerah, meskipun demikian dewan juga mengapresiasi beberapa prestasi yang diraih oleh Pemerintah kota Pontianak.


Read more: REKOMENDAS...

Liputan Khusus: Walikota Pontianak Sampaikan LKPJ Tahun Anggaran 2014 Dihadapan Rapat Paripurna DPRD Kota Pontianak

7 April 2015

 


Pada Senin (6/4) dihadapan Rapat Paripurna DPRD Kota Pontianak, Walikota Pontianak menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2014. Dalam rapat paripurna yang dihadiri segenap anggota dewan, anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FORKOPIMDA) , serta unsur SKPD Kota Pontianak, Walikota Pontianak Sutarmidji menyampaikan pidato pengantar LKPJ TA 2014.

 

Dalam pidatonya Sutarmidji menyampaikan bahwa “LKPJ pada hakikatnya merupakan laporan kemajuan penyelenggaraan pemerintahan daerah dan pelaksanaan pembangunan, yang mencakup penyelenggaraan Urusan Desentralisasi; Tugas Pembantuan dan Tugas Umum Pemerintahan selama satu tahun anggaran. LKPJ Tahun Anggaran 2014 ini merupakan laporan kondisi pelaksanaan pemerintah tahun pertama untuk periode pemerintahan masa bhakti tahun 2014-2018”.


Read more: Liputan...

Liputan Khusus: Rakernas APEKSI dan Indonesia Citi Expo 2015: Optimalisasi Kemaritiman Nasional Dalam Rangka Mendorong Pembangunan Infrastruktur Kota dan Kota Pantai

11 Mei 2015

 

Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) dan Indonesia City Expo (ICE) 2015 yang dilaksanakan di Kota Ambon merupakan dalam rangka membangun kohesi sosial masyarakat, Hal tersebut disampaikan oleh Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy, Pada acara welcome dinner di The Natsepa Resort,(5/5). “Ini sebuah kehormatan yang luar biasa yang diberikan para wali kota, wakil walikota, dan pejabat yang berkenan mengambil bagian dalam rapat kerja tahun ini,” katanya.


Read more: Liputan...

Membedah RPJMN 2015-2019: Agenda Pembangunan Wilayah

27 April 2015


Sesuai dengan ketentuan Undang-Undang No. 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, Presiden RI terpilih Joko Widodo telah menetapkan Peraturan Presiden No. 2 Tahun 2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional yang memuat arah kebijakan, target serta strategi pembangunan nasional tahun 2015-2019. Di dalam dokumen rencana tersebut juga memuat indikator-indikator pembangunan beserta sasarannya berdasarkan exercise  pagu indikatof jangka menengah.

 

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2015-2019 adalah tahapan ketiga dari Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2005-2025 yang telah ditetapkan melalui Undang-undang Nomor 17 Tahun 2007. Dengan berpayung kepada RPJP tadi, RPJMN 2015-2019, disusun sebagai penjabaran dari Visi, Misi, dan Agenda (Nawa Cita) Presiden/Wakil Presiden, Joko Widodo dan Muhammad Jusuf Kalla, dengan menggunakan Rancangan Teknokratik yang telah disusun Bappenas dan berpedoman pada RPJPN 2005-2025.


Read more: Membedah...

External Link




Bappeda Kota Pontianak | Jl. Zainuddin no. 5 telp (0561) 734294 - 733045 - 733045 | e-mail : bappeda@pontianakkota.go.id