Company Logo

Sistem Informasi

Internal Link

Headlines

Penandatangan Nota Kesepakatan KUA Tahun 2015: Fokuskan Peningkatan Sarana dan Prasarana Perkotaan serta Pelayanan Publik

Senin (8/12) dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Pontianak masa persidangan I masa jabatan 2014-2019 di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Pontianak, dilakukan penandatanganan nota kesepakatan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) tahun anggaran 2015. Penandatangan tersebut dihadiri sebanyak 44 anggota DPRD dari total 45 anggota DPRD Kota Pontianak.

 

Dalam KUA Tahun 2015, Pemerintah Kota Pontianak mengestimasikan besaran APBD akan mencapai 1,5 triliun. Anggaran tersebut masih akan difokuskan untuk pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, sarana dan prasarana olah raga, serta ruang-ruang publik. SKPD yang mendapatkan alokasi program kegiatan tersesar adalah Dinas Pendidikan sebesar Rp 551,432 miliar, disusul Dinas Pekerjaan Umum Rp 241,972 miliar, Dinas Kesehatan Rp 105,387 miliar dan Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Perumahan sebesar Rp 99,346 miliar. 


Read more: Penandatan...

PENTINGNYA LEMBAGA PAUD DALAM MENUMBUH KEMBANGKAN POTENSI ANAK

 

Saat ini manusia semakin menyadari arti penting pendidikan bagi anak usia dini, dan para ahli pun terus mengadakan penelitian tentang pertumbuhan dan perkembangan  anak hingga dapat menemukan pola pembelajaran yang tepat untuk menggali dan mengembangkan potensi anak sejak usia dini.Hasil penelitian tentang Pendidikan Anak Usia Dini dari berbagai sudut pandang penelitian telah menyimpulkan bahwa masa anak usia dini yaitu 0 – 6 tahun adalah masa emas (goldenage), periode perkembangan kognitif, bahasa dan sosial emosional mengalami titik puncaknya. Oleh karena itu dalam hal ini jangan sampai terjadi keterlambatan atau kesalahan stimulasi pada anak yang tentunya akan membawa efek jangka panjang dalam kehidupan masa depannya.


Read more: PENTINGNYA...

Kunjungan Kerja Dubes Indonesia untuk Denmark dan Perwakilan Dubes Denmark untuk Indonesia: Dorong Kerjasama Inovasi antar Kota Pontianak dan Kota Bornholm Denmark

Kota Pontianak mulai banyak dilirik negara-negara belahan Eropa. Setelah di awal tahun dikunjungi oleh delegasi Swedia, di akhir tahun ini kota Pontianak kembali kedatangan delegasi Denmark. Diawali kedatangan delegasi Pemeirntah Kota Bornholm di bulan November lalu, delegasi Denmark kembali berkunjung ke Kota Pontianak untuk membicarakan kerja sama pengembangan produk lokal baik kerajinan maupun produk makanan. Kali ini, Kamis (4/12), Duta Besar (Dubes) Republik Indonesia untuk Denmark, Bomer Pasaribu beserta Koordinator Business Partnership Programme, Danish International Development Agency (DANIDA), Anjelita Malik berkunjung ke Kota Pontianak. Kunjungan ini secara resmi diterima Wali Kota Pontianak, Sutarmidji di Aula rumah jabatan Wali Kota.


Read more: Kunjungan...

Perkembangan Inflasi Kota Pontianak Tahun 2014 dan Upaya Pengendaliannya (bagian 2)

Pendahuluan

 

Perkembangan inflasi Kalimantan Barat merupakan cerminan dari dinamika harga-harga umum yang terbentuk di kabupaten/kota. Dalam kaitan ini, upaya pencapaian sasaran inflasi Kalimantan Barat tidak terlepas dari upaya untuk menjaga stabilitas harga-harga di kabupaten/kota terutama Kota Pontianak sebagai ibukota provinsi. Namun, adanya kenyataan bahwa  aktivitas kegiatan ekonomi di Kota Pontianak masih dihadapkan pada berbagai persoalan mendasar seperti tingginya ketergantungan produktivitas pangan pada faktor cuaca serta ketergantungan pasokan pangan dari Pulau Jawa. Akibatnya perkembangan harga masih rentan dipengaruhi oleh faktor gejolak disisi pasokan (supply side shocks). Disamping itu, melihat dari berbagai pengalaman sebelumnya, kebijakan strategis pemerintah dibidang harga seperti penetapan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, Tarif Tenaga Listrik (TTL) dan cukai rokok cenderung diikuti perubahan harga-harga di Kota Pontianak. Berikut perkembangan inflasi di Kota Pontianak periode Agustus-November 2014.


Read more: Perkembang...

Perkembangan Inflasi Kota Pontianak Tahun 2014 dan Upaya Pengendaliannya (bagian 1)

Pendahuluan

 

Perkembangan inflasi Kalimantan Barat merupakan cerminan dari dinamika harga-harga umum yang terbentuk di kabupaten/kota. Dalam kaitan ini, upaya pencapaian sasaran inflasi Kalimantan Barat tidak terlepas dari upaya untuk menjaga stabilitas harga-harga di kabupaten/kota terutama Kota Pontianak sebagai ibukota provinsi. Namun, adanya kenyataan bahwa  aktivitas kegiatan ekonomi di Kota Pontianak masih dihadapkan pada berbagai persoalan mendasar seperti tingginya ketergantungan produktivitas pangan pada faktor cuaca serta ketergantungan pasokan pangan dari Pulau Jawa. Akibatnya perkembangan harga masih rentan dipengaruhi oleh faktor gejolak disisi pasokan (supply side shocks). Disamping itu, melihat dari berbagai pengalaman sebelumnya, kebijakan strategis pemerintah dibidang harga seperti penetapan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, Tarif Tenaga Listrik (TTL) dan cukai rokok cenderung diikuti perubahan harga-harga di Kota Pontianak. Berikut perkembangan inflasi di Kota Pontianak periode Januari-Juli 2014.


Read more: Perkembang...

Studi Banding Pemkab Ponorogo: Pemanfaatan Sistem Informasi Perencanaan Pembangunan (SIPP) Dalam Proses Perencanaan Kota Pontianak

Pemeirntah Kota Pontianak pada hari Jum’at (21/11) kedatangan rombongan Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur dalam rangka studi banding pemanfaatan SIPP dalam penyusunan hasil Musrenbang dan Forum SKPD. Rombongan Pemerintah Kab Ponorogo dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Ponorogo DR. Drs. Agus Pramono.MM di dampingi oleh Kepala Bappeda, Kepala BPKD dan asisten II Setda Kab. Ponorogo.

 

Rombongan tersebut diterima langsung oleh Asisten II Setda Kota Pontianak, Ir. Herry Hadad yang data itu juga merangkap selaku plt. Sekretaris Daerah Kota Pontianak, didampingi oleh Kepala Bappeda Kota Pontianak, Ir. H. Uray Indra Mulya MM beserta perwakilan beberapa SKPD dan Camat di lingkungan Pemerintah Kota Pontianak.


Read more: Studi...

Kunjungan Delegasi Kota Bornholm Denmark: Inisiasikan Kerjasama Antar Kota dan Pendirian “Kampung Inovasi”

Senin (17/11) Pemerintah Kota Pontianak dikunjungi oleh delegasi Kota Bornholm Denmark yang didampingi oleh tim INVENT Universitas Tanjungpura Pontianak. Delegasi yang berisikan seorang anggota parlemen kota Bornholm yang juga merupakan mantan Walikota Bornholm, dua orang dari Bornholm Academy (sebuah organisasi pemerintah kota Bornholm yang bertugas memfasilitasi kerjasama di bidang Pendidikan), seorang dosen pengajar dari Det Kongelige Danske Kunstakademis Skoler for Arkitektur, Design og Konservering (sekolah Arsitektur, Desain dan Konservasi Bornholm), seorang praktisi dari Ostkraft Ltd perusahaan yang mengelola kebersihan dan penyediaan air bersih serta seorang kosultan Denmark di entrepreneurship.

 

Kunjungan tersebut merupakan  pertemuan awal untuk menginisiasikan kerjasama antara dua Pemerintahan Kota di dua Negara di bidang-bidang pengelolaan sampah untuk energi, manajemen pariwisata, pendidikan dan pengembangan kapasistas sumber daya manusia, desain dan entrepreneurship, serta  pengembangan kampong inovasi di Kota Pontianak. Kunjungan ini adalah hasil tindak lanjut dari pertemuan Lima peneliti Untan yang tergabung dalam Innovation and Product Development Center University of Tanjungpura (Invent) atau Pusat Inovasi dan Pengembangan Produk Sains dan Teknologi, dengan Duta Besar RI untuk Denmark, Prof Dr H Bomer Pasaribu, dalam kunjungannya ke Kedutaan Denmark dan Lithuania di Conpenhagen pada bulan September lalu. Dimana hasil pertemuan di Denmark itu  Dubes menggagas kerjasama penelitian antara Untan dan perguruan tinggi di Denmark serta Lithuania serta kerjasama dalam bentuk partnership city, antara kota-kota di Denmark dengan pemerintah provinsi, serta juga dengan kota atau kabupaten yang ada di Kalimantan Barat.

 

Read more: Kunjungan...

Program Pengembangan Kota Hijau (P2KH) : Upaya Menuju Kota yang Layak Huni dan Berkelanjutan

LATAR BELAKANG

Ruang Terbuka Hijau (RTH) merupakan ruang-ruang di dalam kota atau wilayah yang lebih luas baik dalam bentuk area/kawasan maupun dalam bentuk area memanjang/jalur yang dalam penggunaannya lebih bersifat terbuka yang pada dasarnya tanpa bangunan yang berfungsi sebagai kawasan pertamanan kota, hutan kota, rekreasi kota, kegiatan olah raga, pemakaman, pertanian, jalur hijau dan kawasan hijau perkarangan (Immendagri no 14/1998). Jadi RTH lebih menonjolkan unsur hijau (vegetasi) dalam setiap bentuknya sedangkan public spaces dan ruang terbuka hanya berupa lahan terbuka belum dibangun yang tanpa tanaman.Public spaces adalah ruang yang dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat

 

Implementasi Undang-Undang Penataan Ruang Nomor 26 Tahun 2007 dalam pasal 28 ayat 1 tentang rencana penyediaan dan pemanfaatan ruang terbuka hijau. Undang-Undang Penataan Ruang no 26 tahun 2007 dalam pasal 29 bahwa (1). Ruang terbuka hijau publik dan ruang terbuka privat. (2). Proporsi ruang terbuka hijau pada wilayah kota paling sedikit 30 (tiga puluh) persen dari luas wilayah kota. (3). Proporsi ruang terbuka hijau publik pada wilayah kota paling sedikit 20 (dua puluh) persen dari luas wilayah kota. Perda Provinsi NTB no 3 tahun 2010 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah dalam pasal 53 ayat 3; peraturan zonasi untuk ruang terbuka hijau kota harus disusun dengan memenuhi ketentuan mengenai : a. Pemanfaatan ruang untuk aktivitas rekreasi; b. Pendirian bangunan dibatasi hanya untuk bangunan penunjang aktivitas rekreasi dan fasilitas umum lainnya; dan c. Ketentuan pelarangan pendirian bangunan permanen selain yang dimaksud pada huruf b.

 

Read more: Program...

16 SKPD Kota Pontianak Raih Zona Hijau Pelayanan Publik

Sektor pelayanan publik di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak dinilai lembaga Ombudsman RI semakin baik. Buktinya, 16 Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemkot Pontianak diganjar penghargaan dengan predikat kepatuhan standar pelayanan publik sesuai Undang-undang (UU) Nomor 25 tahun 2009 tentang pelayanan publik oleh Ombudsman RI sebagai lembaga pengawas pelayanan publik memiliki kepentingan untuk memastikan penyelenggara pelayanan publik mematuhi kewajibannya untuk menyusun dan menyediakan pelayanan sesuai UU No. 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik.

 

Standar pelayanan, maklumat pelayanan, sistem informasi pelayanan publik, sarana, prasarana fasilitas pelayanan publik, pelayanan khusus, pengelolaan pengaduan, telah diatur dalam UU No. 25 Tahun 2009. “Terpenuhinya kewajiban penyelenggara pelayanan publik, terpenuhi pula hak-hak masyarakat untuk memperoleh kejelasan pelayanan, kepastian waktu dan biaya pelayanan, akurasi pelayanan, sesuai prinsip-prinsip pelayanan publik.

 

 

Read more: 16...

Jembatan Kapuas Ditabrak : Truk dan Mobil Boks dilarang lewat, Ponton di atas 1.200 ton Dilarang Melintas

Peristiwa tertabraknya Jembatan Kapuas I oleh sebuah tongkang pengangkut pasir pada Selasa (3/6) yang mengakibatkan pilar jembatan tersebut mengalami keretakan, membuat gerah Wali Kota Pontianak Sutarmidji. Betapa tidak, kejadian serupa bukanlah pertama kalinya melainkan sudah kelima kali Jembatan Kapuas I tertabrak oleh kapal tongkang atau ponton.

 

Sebelumnya, Agustus 2013 tiang utama Jembatan Kapuas I Pontianak juga ditabrak sebuah ponton yang bermuatan bauksit sekitar 5.000 kubik dari Tayan, Kabupaten Sanggau, sehingga jembatan itu sempat berguncang keras dan juga mengakibatkan rangka tiga dan empat atau persis di tengah-tengah jembatan itu bergeser hingga 10 sentimeter.

 

Read more: Jembatan...

Tingkatkan Derajat Kesehatan Masyarakat: Pemkot akan Revitalisasi Kembali Peran dan Fungsi Posyandu

Peningkatan pelayanan kesehatan dapat dipastikan menjadi prioritas Pemerintah Kota Pontianak. Tampak dengan digelarnya Rapat Koordinasi Kelompok Kerja Operasional Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Kota Pontianak tahun 2014, Senin pagi (27/10). Bertempat di Hotel Mahkota, seluruh jajaran Kelompok Kerja Operasional Posyandu Kota Pontianak hadir mengikuti rapat koordinasi yang berlangsung selama 1 hari. Rakor dilanjutkan di tingkat kecamatan pada Rabu 29 Oktober dan tingkat kelurahan pada hari Kamis, 30 Oktober.

 

Wakil Ketua Tim Penggerak PKK, Yeinita Edi Rusdi Kamtono mengajak seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Posyandu untuk kembali menggencarkan Posyandu. “Sekarang ini semua pihak harus mengajak masyarakat untuk datang ke posyandu, mulai dari kader posyandu, petugas kesehatan, jajaran Pemerintah Kota Pontianak,” ungkapnya. Ia menjelaskan, dalam program kerja PKK juga sebenarnya sudah banyak yang bersinggungan dengan kegiatan pokjanal ini. “Kami dari PKK berharap ada sinergi antara bidang-bidang yang ada di pokjanal ini dengan program kerja PKK. Jadi kita bisa bekerja bersama untuk masyarakat,” jelas Yeinita.


Read more: Tingkatkan...

Bimtek Pengelolaan dan Pengurus Barang: Tingkatkan Nilai Tambah Aset

“Bagian aset itu harus berpikir bagaimana aset yang ada itu bisa memberikan nilai tambah dan pendapatan untuk biaya pembangunan,” ujar Wali Kota Pontianak, Sutarmidji saat membuka secara resmi Bimbingan Teknis (bimtek) Pengelolaan Barang Milik Daerah yang digelar Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Senin (27/10) di Hotel Mercure Pontianak. Pengelolaan aset daerah tidak hanya terkait soal pencatatan atau inventarisasi, tetapi bagaimana mengelola aset itu secara efisien sehingga bermanfaat dan memberikan nilai tambah atau pendapatan untuk pembangunan daerah.. Bimtek ini diikuti oleh seluruh pengelola dan pengurus barang yang ada di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) mulai tanggal 27 – 29 Oktober 2014.

 

Ia menyebutkan, ada beberapa lahan yang dimiliki Pemerintah Kota (Pemkot)  yang bisa dimanfaatkan sehingga memberikan nilai tambah bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Lahan yang diprediksi tidak akan dimanfaatkan 20 tahun ke depan, menurut Sutarmidji, bisa saja dibuatkan Hak Pengelolaan (HPL) menjadi Hak Guna Bangunan (HGB). “Jadi mereka membayar retribusi HGB dan kita tidak repot menjaganya karena biasa lahan tersebut diserobot orang dan lain sebagainya,” tutur Sutarmidji.


Read more: Bimtek...

Lokakarya PNPM-MP: Atasi Kemiskinan Melalui Pemberdayaan Masyarakat

Jelang berakhirnya Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perkotaan (PNPM-MP) tahun 2015 nanti, PNPM Kota Pontianak gelar lokakarya. Lokakarya digelar selama dua hari, tanggal 28-30 Oktober 2014. Sebanyak 133 peserta hadir pada lokakarya tersebut, termasuk Wakil Walikota Pontianak, DPRD Kota Pontianak, Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemerintah Kota Pontianak, Lurah, perguruan tinggi, LSM, Konsultan PNPM dan media massa.

 

Di Kota Pontianak sendiri, PNPM dijalankan dengan nama Program Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan (P2KP) yang fokus pada pemberdayaan masyarakat miskin melalui program-program yang dijalankan oleh Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) yang tersebar pada 29 Perencanaan Jangka Menengah Program Penanggulangan Kesmiskinan (PJM Pronangkis).


Read more: Lokakarya...

Liputan Khusus HUT Kota Pontianak ke-243: Festival Drumband dan Fashion Road Tingkat Pelajar: Ajang Kreatifitas Pelajar Kota Pontianak

Masyarakat Kota Pontianak tumpah ruah di seputaran Jalan Gajahmada menyaksikan Festival Drumband dan Fashion Road tingkat pelajar se-Kota Pontianak dan Kubu Raya untuk yang keempat kalinya. Kegiatan tersebut masih dalam satu rangkaian memeriahkan Hari Jadi ke-243 Kota Pontianak. Para peserta memulai start dari halaman Graha Pena Pontianak, Selasa (28/10).

 

Beragam kreativitas pelajar terlihat dari kostum-kostum yang digunakan peserta Fashion Road. Sebagian dari mereka mengkreasi sendiri kostum tersebut, tentunya sesuai tema yaitu “Pontianak Penuh Warna”. Bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda, semangat pelajar sebagai anak muda terpancar saat kegiatan berlangsung.


Read more: Liputan...

Liputan Khusus HUT Kota Pontianak ke-243: Warga Antusias Hadiri Lomba Balap Kopi dan Kreativitas Cita Rasa Kopi

Masih dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Ke-243 Kota Pontianak, Pemerintah Kota Pontianak bekerjasama dengan PHRI Kalbar dan Pontianak Post sukses menggelar lomba Balap Kopi dan Kreativitas Cita Rasa Kopi. Dalam kegiatan tersebut juga di launching Pustaka Café oleh BPKD Kalbar acara berlangsung meriah di Taman Alun-Alun Kapuas. Dua puluh peserta dari hotel, restoran, dan rumah makan yang ada di Pontianak siap berkompetisi di Taman Alun-Alun Kapuas, Minggu (26/10) malam.

 

Meski sempat turun hujan, namun setelah menunggu tidak terlalu lama hujan mulai reda. Panitia pun segera memulai acara pembukaan, turut hadir Wakil Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, Kepala Disbudpar Kota Pontianak, Hilfira Hamid, Kepala Unit Pelayanan Perpustakaan Kalbar, Untad Darmawan, Ketua DPD PHRI Kalbar, Yuliardi Qamal dan Pemred Pontianak Post, Salman Busrah.


Read more: Liputan...

Liputan Khusus HUT Kota Pontianak ke-243: Festival Arakan Pengantin: Tahun Depan Dipastikan Lebih Meriah Undang Melayu Serumpun se-Indonesia

Festival Arakan Pengantin yang dilaksanakan pada Hari Jadi Pontianak sudah tiga kali dilangsungkan. Tahun ini, Pontianak Post dan Pemkot Pontianak sepakat untuk kembali menggelarnya. Bukan karena sekadar hiburan, akan tetapi memiliki kepentingan untuk melestarikan tradisi dan budaya.

 

Perwakilan seluruh kecamatan di Kota Pontianak ditambah peserta dari Kubu Raya bergantian menyampaikan tanya kepada panitia Festival Arakan Pengantin dalam rangka Hari Jadi ke-243 Pontianak, di meja bundar, Ruang Redaksi Pontianak Post, pekan lalu.    Sistem penjurian dan aturan main festival yang sudah dipegang masing-masing perwakilan peserta tidak membuat mereka puas. Hal-hal detail yang memengaruhi penilaian paling banyak ditanya.


Read more: Liputan...

Liputan Khusus HUT Kota Pontianak ke-243: Festival Arakan Pengantin: Melestarikan Budaya Melayu yang Mempesona

Kali ketiganya Hari Jadi Pontianak dimeriahkan oleh lomba arakan pengantin. Semakin tahun penampilan peserta kian meriah. Pakaian, barang antaran, musik pengiring, maupun pantun dikemas lebih menarik. Lomba arakan pengantin ini diharapkan mampu menjaga tradisi dan budaya Pontianak. Tahun ini, kali pertama Festival Arakan Pengantin dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Pontianak diikuti peserta daerah lain, yakni Kubu Raya. Mendatang, Pemkot Pontianak ingin mengundang seluruh kabupaten/kota di Kalbar, bahkan dari provinsi lain.

 

Wali Kota Pontianak, Sutarmidji goyang kaki setiap peserta arakan pengantin mendekat ke tenda utama, di Rahadi Usman, depan Kantor Wali Kota, Sabtu (25/10). Istrinya, Lismaryani menepuk-nepuk tangan. Sekretaris Kota Pontianak, Mochammad Akip pun menggerak-gerakan badan. Mereka melakukan semua itu mengikuti irama musik tanjidor peserta.

 

Read more: Liputan...

Liputan Khusus HUT Kota Pontianak ke-243: Meriam Karbit Meriahkan Peringatan Hari Ulang Tahun Kota Pontianak

Berbagai program kegiatan telah dan akan diselenggarakan demi memeriahkan Hari Jadi (Harjad) Ke-243 kota Pontianak, salah satunya adalah festival meriam karbit. Dalam acara tersebut masyarkat Pontianak berkesempatan menyulut meriam yang disediakan di Taman Alun-Alun Kapuas, tentu hanya bagi yang memilki keberanian. Kamis (23/10) malam tepat pukul 19.00 WIB masyarakat kota Pontianak mulai terlihat ramai memadati taman alun-alun kapuas. Cuaca mendung sejak sore hari, awalnya ditakutkan dapat mengganggu jalannya acara. Sebab apabila hujan turun tentu meriam susah untuk dinyalakan.

 

Syukur ketakutan itu tidak terbukti, cuaca malam masih mendukung, hanya sedikit terasa hawa sejuk akibat angin yang berhembus dari sungai kapuas. Setelah tamu undangan dari pemerintahan hadir festival meriam dibuka oleh sambutan Wakil Walikota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono.


Read more: Liputan...

Liputan Khusus HUT Kota Pontianak ke-243: Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun Kota Pontianak ke 243: Walikota Canangkan Pontianak Tertib

Kota Pontianak resmi menyandang usia 243 tahun pada Kamis (23/10). Pemerintah Kota Pontianak menggelar upacara untuk memperingati hari jadi tersebut. Pemimpin upacara, peserta, undangan berpakaian telok belangak dan baju kurung. Suasana Jalan Rahadi Usman, tepat di depan Kantor Wali Kota menjadi berbeda. Nuansa Melayu semakin kental oleh suara musik tanjidor dan tar. Wali Kota Sutarmidji memimpin upacara langsung tersebut. Dalam pidatonya dia mengaku tengah ceria. Di sela-sela sambutannya Sutarmidji mengumbar tawa.

 

Tepat pada usia ke-243, Sutarmidji mencanangkan Pontianak sebagai kota yang tertib aturan. Pencanangan ini dilakukan untuk menciptakan Pontianak sebagai kota yang tertib dan warganya patuh terhadap aturan. Penegakkan segala aturan yang akan mengatur tertibnya Kota Pontianak ini diterapkan bagi siapa saja yang melanggarnya tanpa pandang bulu. “Saya tidak ingin masyarakat Pontianak karena terbiasa melanggar aturan dan dibiarkan sehingga aturan itu dianggapnya bukan lagi sebagai aturan,” ujarnya.


Read more: Liputan...

Liputan Khusus HUT Kota Pontianak ke-243: Festival Makanan dan Kue Tradisional: Pertahankan Khasanah Khas Kuliner Tradisional

Perayaan hari jadi Kota Pontianak ke 243 di Taman Alun-Alun Kapuas Pontianak, Kamis (23/10) kemarin ramai dikunjungi masyarakat. Panitia pelaksana menyediakan macam-macam kue dan makanan tradisional asal Kota Pontianak yang disediakan gratis kepada semua pengunjung. Liana, salah satu masyarakat yang mengunjungi Taman Alun Kapuas mengatakan, sangat senang dengan perayaan HUT Kota Pontianak ke 243. Begitu banyak kue dan makanan khas Kota Pontianak yang disediakan panitia. Terlebih hidangan disuguhkan secara gratis bagi semua pengunjung, sehingga masyarakat umum juga bisa berbaur mencicipi panganan tradisional itu bersama PNS Kota Pontianak.

 

Begitu banyak kue dan makanan ciri khas Kota Pontianak yang dihidangkan, salah satunya kue talam dan pulut kuning. Jenis kuliner Pontianak menurutnya harus dilestarikan agar tetap dikenal terutama bagi generasi muda Kota Pontianak. Dia melanjutkan, selain rasanya yang enak, warna dan tampilannya juga sangat menarik, sehingga dapat menambah semangat selera makannya.


Read more: Liputan...

External Link




Bappeda Kota Pontianak | Jl. Zainuddin no. 5 telp (0561) 734294 - 733045 - 733045 | e-mail : bappeda@pontianakkota.go.id