A. PEMBANGUNAN DIBIDANG PENDIDIKAN

Untuk mengetahui sejauhmana kinerja yang telah dicapai, penyelenggaraan urusan pendidikan di Kota Pontianak, dapat dilihat dengan capaian kinerja selama pelaksanaan urusan pendidikan di kota Pontianak dalam periode 2015-2018 salah satunya dapat dilihat pada tabel Angka Partisipasi Kasar ( APK ) di Kota Pontianak Tahun 2015 - 2018 dan Angka Lulus Sekolah di Kota Pontianak Tahun 2015-2018 seperti di bawah ini :

Tabel Angka Partisipasi Kasar (APK) di Kota Pontianak Tahun 2015-2018

No. Tingkat Pendidikan Th. 2015 Th. 2016 Th. 2017 Th. 2018
1. SD/MI 127,78 126,06 124,36 119.07
2. SLTP/MTs 114,82 111,27 114,50 111.54
3. SMA/SMK/MA 101,14 104,41 103,65 106.52
  Rata-rata APK 117,08 116,35 116,14 105,90

Sumber : Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak

 

Tabel Angka Lulus Sekolah di Kota Pontianak Tahun 2015-2018

No. Tingkat Pendidikan Th. 2014/2015 Th. 2015/2016 Th. 2016/2017 Th. 2017/2018
1. SD/MI 11.868 12.276 12.000 11.601
2. SLTP/MTs 10.411 10.910 11.210 11.462
3. SMA/SMK/MA 10.422 10.676 10.394 10.580
  Total Jumlah Kelulusan        

Sumber : Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak

 

B. PEMBANGUNAN DI BIDANG KESEHATAN

Tujuan pembangunan kesehatan kota Pontianak adalah untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan untuk hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal. Dalam perspektif ini, pembangunan kesehatan merupakan suatu investasi untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia yang bertujuan untuk mencapai derajat kesehatan yang lebih baik. Melalui berbagai kebijakan program dan kegiatan, Pemerintah Kota Pontianak berupaya meningkatkan mutu dan pelayanan kesehatan yang semakin terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.

Indikator hasil akhir yang paling akhir dari pembangunan kesehatan adalah Indikator mortalitas (kematian), yang dipengaruhi oleh indikator morbiditas (kesakitan) dan indikator status Gizi. Indikator lain yang menunjukkan keberhasilan pembangunan bidang kesehatan adalah Human Development Index (HDI) atau Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Nilai IPM / Indeks Pembangunan Manusia Kota Pontianak Tahun 2017 adalah sebesar 77,93terdiri dari pendidikan angka melek huruf 15-24 Tahun sebesar 99,95 dan angka melek huruf 15-55 Tahun sebesar 99,07 sedangkanangkapartisipasi sekolah 7-12 Tahun sebesar 99,25 dan angkapartisipasi sekolah 13-15 Tahun sebesar 94,59 ; kesehatan Rasio harapan hidup 72 Tahun; Sekitar 84,70% penduduk Kota Pontianak memiliki pengeluaran Per Kapita per bulan >500.000 rupiah. Hal ini menunjukkkan masih banyak usaha yang perlu dilakukan untuk mencapai kondisi yang ideal. Semakin dekat IPM suatu wilayah dengan angka 100 maka semakin dekat yang harus ditempuh untuk mencapai sasaran IPM tersebut. (Pontianak Dalam Angka Kota Pontianak 2017).

No. Mortalitas Th. 2015 Th. 2016 Th. 2017 Th. 2018
1. Kasus Kematian Ibu   7 6
2. Kasus Kematian Bayi  27  32  36  30
3. Angka Kematian Bayi per 1000 penduduk 2.24  2.54  3.01  2.48
4. Kasus Kematian Balita 29  35  37  31

Sumber : Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Tahun 2017

Bila dilihat dari tabel kasus kematian ibu selama kurun waktu empat tahun (2015 – 2018) mengalami penurunan. Usia kematian terbesar pada ibu tahun 2017 yaitu pada usia 20-34 tahun sebanyak 5 orang sedangkan pada usia ≥ 35 thn sebanyak 2 orang. Kasus kematian ibu karena Pre Eklampsia (38%), kasus infeksi (21%), Kelainan Bawaan (17%) dan lain-lain (24%). Selain indikator kematian, indikator status gizi dapat dilihat pada jumlah kasus gizi buruk. Gizi buruk adalah Keadaan kurang zat gizi tingkat berat yang disebabkan oleh rendahnya konsumsi energi dan protein dalam waktu cukup lama yang ditandai dengan berat badan menurut umur (BB/U) yang berada pada <-3SD tabel baku WHO-NCHS. Berikut Jumlah Kasus Gizi Buruk Kota Pontianak Tahun 2014 – 2018.

No. Tahun Jumlah Ditemukan
1. 2015 27
2. 2016 29
3. 2017 41
4. 2018 29 

                                                                       Sumber : Dinas Kesehatan Kota Pontianak

 

C. URUSAN LINGKUNGAN HIDUP

Pada saat ini Pemerintah Kota Pontianak telah memiliki Gedung Laboratorium Lingkungan untuk uji emisi dilapangan, Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) laboratorium lingkungan seluas 10 m3 dan pengadaan mobil laboratorium lingkungan serta sarana dan prasarana pemantauan kualitas air, sehingga memudahkan dalam melakukan pengkajian/analisis beban pencemaran/ tingkat kerusakan kualitas lingkungan hidup berdasarkan hasil pemantauan kualitas air dan pemantauan kualitas udara ambient tersebut. Urusan lingkungan hidup juga menyangkut masalah pengelolaan sampah yang diselenggarakan oleh Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Pontianak. Untuk melihat keberhasilan dalam pelaksanaan bidang kebersihan dan pertamanan dapat dilihat perkembangan kinerja pengolahan sampah selama tahun 2009-2016 secara umum menunjukkan peningkatan baik sarana dan prasarana serta penanganan masalah persampahan di Kota Pontianak. Hal ini dapat dilihat dari jumlah sampah yang dapat diangkut pertahun pada tahun 2012 sebanyak 438.252m3/tahun dari jumlah sampah sebanyak 526.377 m3/tahun atau jumlah sampah yang dapat diangkut sebesar 83,26%, jika dibandingkan dengan tahun 2009 jumlah volume sampah sebanyak sebanyak 407.934 m3/tahun dengan jumlah sampah yang diangkut sebesar 73,85%. untuk lebih jelas melihat perkembangan pengelolaan sampah selama lima tahun terakhir dapat dilihat pada tabel sebagai berikut :

No. Jenis 2013 2014 2015 2016
1. Jumlah produksi sampah (m3/tahun) 586.243 589.424 612.047 623.981
2. Jumlah Volume sampah yang terangkut ke TPA (m3/tahun) 438.750 472.836 523.410 533.628
  Persentase (%) 74,84  80,22  85,52  85,52

Sarana TPA yang dimiliki Kota Pontianak Ruang saat ini seluas 26,6 Hektar dengan model pengolah berupa open dumping serta sebagian kecil dengan cara control landfill. Kedepan sesuai dengan ketentuan Undang-Undang 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah bahwa model pengelolaan sampah di TPA diharuskan menggunakan metode sanitary landfill. Halini tentu saja membutuhkan dukungan sarana dan pendanaan yang lebih banyak lagi mengingat metode pengolahan sampah ini memerlukan penanganan khusus secara intensif. Selain itu saat ini Pemerintah Kota Pontianak sedang merintis kerjasama pengelolaan sampah secara berkelanjutan dengan Kota Boras Swedia yang telah lama terkenal dengan efektifitas mereka dalam mengolah sampah menjadisumber energi biogas dan listrik. Diharapkan dengan kerjasama ini kedepan akan membawa penanganan sampah kota
Pontianak menjadi lebih baik.

 

D. URUSAN PEKERJAAN UMUM

Kondisi Jalan Kota Pontianak Tahun 2015-2018

Nomor Indikator 2015 2016 2017 2018
1 Panjang Jalan Kondisi Baik 168.288  139.433  211.282  211.282
2 Panjang Jalan Rusak Sedang 28.393  51.214  56.631  62.540
3 Panjang Jalan Rusak Ringan 26.637  31.565  6.401  6.590
4 Panjang Jalan Rusak Berat 51.005  52.111  5.666  5.666
5 Tidak Diketehui - - 0.189 -
  Panjang Total Jalan K1 274.323  274.323  280.169  286.078

 

Kinerja Penyelenggaraan Urusan Pekerjaan Umum Kota Pontianak Tahun 2015-2018

No Panjang Jalan 2015 2016 2017 2018
1. Jenis Permukaan (Km)        
 

- Aspal

161.663

161.276

164.857

162.657

 

- Kerikil / Telford

4.323

4.486

4.486

5.936

 

- Tanah

29.925

29.925

29.925

34.392

 

- Beton

78.412

78.636

78.636

83.094

2. Kondisi Jalan (Km)        
 

- Baik

168.288

139.433

211.283

211.282

 

- Sedang

28.393

51.214

56.630

62.540

 

- Rusak

26.637

31.565

6.590

6.590

 

- Rusak Berat

51.005

52.111

5.666

5.666

3.

Panjang Jalan Yang Dipelihara (Km)

274.323

274.323

280.169

286.078

 

Panjang Saluran Drainase Kota Pontianak Tahun 2015-2018

Nomor Nama Saluran 2015 2016 2017 2018

1

PRIMER

 

 

 

 

 

 - Panjang Saluran

 131,870.00

 131,870.00

 131.870,00

 131,870.00

 

- Konstruksi Tanah

 88,787.35

 86,472.03

 84.914,03

 84,465.03

 

- Konstruksi Pasangan

 2,461.75

 2,701.00

 2.806,00

 2,806.00

 

- Konstruksi Beton

 -

 -

 -

 -

 

- Konstruksi Turap Beton

 8,451.65

 10,526.97

 11.979,97

 12,428.97

 

- Konstruksi Turap Kayu

 32,170.00

 32,170.00

 32.170,00

 32,170.00

2

SEKUNDER

 

 

 

 

 

 - Panjang Saluran

 127,220.00

 127,220.00

 127.220,00

 127,220.00

 

- Konstruksi Tanah

 65,477.45

 64,062.45

 63.624,45

 62,254.45

 

- Konstruksi Pasangan

 42,112.75

 43,173.75

 43.345,75

 43,575.75

 

- Konstruksi Beton

 14,889.80

 15,243.80

 15.476,80

 15,476.80

 

- Konstruksi Turap Beton

 780.00

 780.00

 813,00

 1,953.00

 

- Konstruksi Turap Kayu

 3,960.00

 3,960.00

 3.960,00

 3,960.00

3

TERSIER

 

 

 

 

 

 - Panjang Saluran

 345,715.00

 345,715.00

 345.715,00

 345,715.00

 

 - Konstruksi Tanah

 213,975.62

 205,382.62

 193.694,62

 176,105.62

 

- Konstruksi Pasangan

 46,520.75

 49,279.75

 54.639,75

 62,629.75

 

- Konstruksi Beton

 84,162.83

 89,885.83

 95.085,83

 102,981.83

 

- Konstruksi Turap Beton

 1,055.80

 11,660.80

 2.294,80

 3,997.80

 

- Konstruksi Turap Kayu

 -

 -

 -

 -

 

Perkembangan Ruang Terbuka Hijau Publik di Kota Pontianak Tahun 2015-2018

No

JENIS RTH

2015

2016

2017

2018

1

TAMAN KOTA

 

 

 

 

 

- Wilayah Kota (Km2)

107,82

107,82

107,82

107,82

 

- Ruang Terbuka Hijau (Km2)

4,8

4,8

4,8

4,9

 

- Persentase (%)

4,5

4,5

4.5

4,5

2

JALUR HIJAU

 

 

 

 

 

- Wilayah Kota (Km2)

107,82

107,82

107,82

107,82

 

- RTH (Km2)

1,6

1,6

1,6

1,6

 

- Persentase (%)

1,5

1,5

1,5

1,5

3

LAPANGAN OLAHRAGA

 

 

 

 

 

- Wilayah Kota (Km2)

107,82

107,82

107,82

107,82

 

- RTH (Km2)

0,65

0,65

0,65

0,65

 

- Persentase (%)

0,6

0,6

0,6

0,6

4

PEMAKAMAN UMUM

 

 

 

 

 

- Wilayah Kota (Km2)

107,82

107,82

107,82

107,82

 

- RTH (Km2)

0,35

0,35

0,45

0,45

 

- Persentase (%)

0,3

0,3

0,4

0,4

5

HUTAN KOTA

 

 

 

 

 

- Wilayah Kota (Km2)

107,82

107,82

107,82

107,82

 

- RTH (Km2)

2,46

2,46

2,56

2,56

 

- Persentase (%)

2,3

2,3

2,4

2,4

6

AGROWISATA / KSA

 

 

 

 

 

- Wilayah Kota (Km2)

107,82

107,82

107,82

107,82

 

- RTH (Km2)

10

10

10

10

 

- Persentase (%)

9,3

9,3

9,3

9,3

 

E. URUSAN PENATAAN RUANG

Guna mendorong perkembangan kawasan potensial, sesuai dengan Permendagri no 29 Tahun 2008 tentang Pengembangan Kawasan Strategis Cepat Tumbuh Di Daerah, didalam RTRW telah ditetapkan kawasan-kawasan strategis berdasarkan potensi-potensi daerah yang dimiliki oleh masing-masing kawasan. Kawasan strategis cepat tumbuh adalah merupakan bagian kawasan strategis yang telah berkembang atau potensial untuk dikembangkan karena memiliki keunggulan sumber daya dan geografis yang dapat menggerakkan ekonomi wilayah sekitarnya. Kawasan ini berupa kawasan pelabuhan dan kawasan perdagangan pusat kota.

Kawasan strategis lainnya yang dikembangkan adalah kawasan strategis sosial budaya Keraton Kadriah dan Makam Batulayang. Mengingat kawasan strategis ini lebih banyak berada di kawasan utara dan timur Kota Pontianak, kawasan ini diharapkan dapat berfungsi sebagai pusat pertumbuhankawasan dalam rangka mereduksi ketimpangan perkembangan wilayah.

 

F. Urusan Perencanaan Pembangunan

Terobosan yang dilakukan BAPPEDA kota Pontianak selaku institusi yang memegang kewenangan pelaksanaan perencanaan pembangunan adalah memadukan penggunaan teknologi informasi dalam penyelenggaraaan Musrenbang, mulai dari tingkat kelurahan sampai dengan tingkat kota yaitu Sistem Informasi Perencanaan Pembangunan (SIPP). Kehadiran SIPP ini diharapkan mampu meningkatan transparansi dan efisiensi dalam proses perencanaan. Dengan SIPP masyarakat luas dapat mengetahui secara langsung/online usulan-usulan kegiatan pembangunannya apakah dipenuhi ataukah sebaliknya, semua dilakukan secara transparan. Sehingga tidak ada lagi sikap skeptic dan anggapan bahwa Musrenbang merupakan ajang seremonial belaka yang tidak menghasilkan sesuatu yang dibutuhkan oleh masyarakat.

Dalam penyusunan rencana pembangunan tahunan (RKPD) dan KUA PPAS serta perubahannya pada lima tahun terkahir selalu dilaksanakan tepat waktu, sehingga tidak terjadi keterlambatan penetapan APBD yang berdampak pada terhambatnya pelaksanaan pembangunan. Yang menjadi tantangan dalam proses perencanaan tahunan ini adalah menetapkan prioritas program dalam rangka mencapai visi dan misi pembangunan strategis dengan keterbatasan dana yang dimiliki. Disatu sisi harus dipastikan bahwa pembangunan di setiap sektor dan urusan pembangunan dapat terus berjalan, disisi laian keterbatasan dana yang dimiliki mengharuskan prioritasisasi beberapa urusan yang secara strategis memang urgen untuk didahulukan.

Sebagai reaksi dinamika perkembangan kota yang sedemikian cepat, selain melaksanakan proses perencanaan yang ideal juga dilakukan berbagai kajian, studi dan evaluasi dalam berbagai bidang/urusan pembangunan. Hal ini selain untuk mengantisipasi perkembangan yang terjadi juga dalam rangka memberikan dasar/guideline bagi pengambil keputusan untuk menetapkan berbagai kebijakan yang terkait dengan pembangunan Kota Pontianak. Diharapkan setiap kebijakan pembangunan yang dikeluarkan oleh Pemerintah kota Pontianak telah dikaji secara mendalam baik efek positif ataupun dampak negatif yang mungkin timbul dari kebijakan tersebut sehingga tidak terjadi tumpang tindah, ketidaksinkronan, ataupun kontra produktif.

 

G. URUSAN CIPTA KARYA DAN PERUMAHAN

Penyediaan perumahan dI Kota Pontianak dilakukan melalui Pembangunan Rumah Sederhana Sehat, Pengembangan Perumahan Swadaya, Pengembangan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) dan pembangunan rumah formal oleh pihak pengembang. Dengan keterbatasan wilayah kota Pontianak, untuk mengatasi kebutuhan tempat tinggal yang semakin meningkat, perlu didorong pengembangan hunian layak huni secara vertikal. 

Rekapitulasi Progress Bantuan Stimulan Rumah Tidak Layak Huni Kota Pontianak Tahun 2015-2018

Nomor Kecamatan 2015 2016 2017 2018

1

Pontianak Barat

23

23

172

21

2

Pontianak Kota

0

1

2

46

3

Pontianak Selatan

0

3

6

55

4

Pontianak Tenggara

0

2

3

15

5

Pontianak Timur

23

38

378

214

6

Pontianak Utara

3

21

139

97

Disisi lain upaya Pemerintah kota Pontianak mengatasi permukiman kumuh dan rumah tidak layak huni dilakukan dengan pendekatan pembangunan kawasan serta perbaikan sarana-sarana pendukung perumah. Pendekatan ini sejak tahun 2009 telah berhasil mengurangi kawasan kumuh sampai 64,76% dari awalnya seluas 247,77 ha hingga menjadi 87,29 ha saja di tahun 2012. Upaya lainnya dilakukan dengan cara memberikan bantuan perbaikan untuk rumah-rumah yang tidak layak huni baik dengan menggunakan dana APBD kota Pontianak, juga melalui pemerintah pusat dan dana pihak ketiga. Dalam kurun waktu 2009-2012 sebanyak 3.958 unit rumah telah mendapatkan bantuan. Untuk mengatasi kekumuhan kawasan juga dilakukan dengan peningkatan/perbaikan jalan-jalan gang/jalan lingkungan melalui kegiatan perbaikan melalui pihak ketiga dan dengan bantuan material jalan lingkungan berupa semen dan batu. Hal positif yang didapat dari pelaksanaan program ini adalah memacu partisipasi dan swadaya masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan infrastruktur. Di tahun 2012, tercatat sebanyak 6.436 zak semen dibagikan kepada masyarakat dengan total jalan gang yang diperbaiki sebanyak 232 gang.

H. Urusan Kepemudaan dan Keolahragaan

Dalam kurun waktu lima tahun sejak 2009, kinerja yang dicapai oleh Pemerintah Kota Pontianak dalam penyelenggaraan bidang Pemuda dan Olahraga sudah cukup baik. Tercatat bahwa berturut turut dalam rentang waktu tersebut, Kota Pontianak menjadi juara umum dalam perhelatan Pekan Olah Raga Provinsi (PORPROP) serta Pekan Olahraga Pelajar Daerah Provinsi Kalbar (POPDA) dengan perolehan jumlah mendali yang cukup signifikan meningkat. Disisi lain dalam pembinaan pemuda, even kepemudaan yang dilakukan sudah cukup banyak dan mengikutsertakan hampir merata dari berbagai golongan pemuda, sehingga memberikan hasil yang cukup baik dan memberikan manfaat bagi terciptanya sumber daya pemuda yang berkualitas sebagi modal dasar pembangunan Kota Pontianak.

 

I. Urusan Penanaman Modal

Untuk melihat perkembang perizinan di Kota Pontianak terlah terdata jumlah permohonan izin masuk dari tahun 2010-2012 dengan peningkatan rata-rata sebesar 2,01% dan izin yang diterbitkan rata- rata peningkatan sebesar 5,42%, dimana tahun 2010 dengan jumlah izin yang masuk sebesar 11.210 izin namun yang diterbitkan sebanyak 10.670 izin, terjadi peningkatan pada tahun 2011 menjadi 12.700 izin masuk dengan izin yang diterbitkan sebesar 12.015 izin sedangkan tahun 2012 sebanyak 12.015 izin masuk sedangkan yang diterbitkan sebanyak 12.718 izin, dengan jumlah permohonan izin yang paling tinggi yakni permohonan SITU/HO kenaikan yang besar didalam pengurusan izin SITU/HO mengindikasikan usaha mikro, kecil dan menengah tumbuh cukup signifikan. Pelayanan perijinan yang telah diterbitkan sebagai standar prosedur pelayanan yang lebih baik tidak lepas dari standar waktu yang telah ditentukan sehingga penerbitan surat ijin dapat diselesaikan tepat waktu.

Sedangkan untuk data kinerja pelayanan perijinan terhadap masyarakat terjadi peningkatan dari tahun 2010-2011, dimana indeks kepuasan masyarakat terhadap pelayanan perizinan sebesar 75,17% meningkat menjadi 83,11% dan tahun 2012 sebesar 73,25%, prosentase surat izin yang diterbitkan dengan permohonan izin tahun 2010-2011 dengan nilai yang tetap yakni 99,81% dan tahun 2012 sebesar 97,50%, dan prosentase izin yang diterbitkan dengan objek yang harus berizin sebesar 86,79% meningkat menjadi 97,55% dan tahun 2012 sebesar 97,50% serta prosentase pendapatan retribusi dari target yang ditentukan sebesar 95,39% meningkat menjadi 97,80% tahun 2011 dan meningkat tahun 2012 sebesar 98,07%.

 

J. Urusan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah

Jumlah UMKM Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan Kota Pontianak Tahun 2014-2018

 

NO

 

KECAMATAN

 

JENIS

TAHUN

2014

2015

2016

2017

2018

 

Jumlah UMKM

Unit

6,175

6,196

7,812

8011

8584

1

- Pontianak Barat

Unit

683

689

1096

1129

1255

2

- Pontianak Selatan

Unit

1373

1378

1581

1614

2838

3

- Pontianak Utara

Unit

283

293

562

605

1713

4

- Pontianak Timur

Unit

767

767

1068

1102

907

5

- Pontianak Kota

Unit

2481

2481

2717

2752

1203

6

- Pontianak Tenggara

Unit

588

588

788

809

668

Sumber : Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan

 

Jumlah Koperasi Kota Pontianak Tahun 2014-2018

 

NO

 

KECAMATAN

 

JENIS

TAHUN

2014

2015

2016

2017

2018

 

Jumlah koperasi

Unit

799

809

814

816

818

1

Pontianak Barat

Unit

134

141

141

139

139

2

Pontianak Selatan

Unit

228

180

182

226

226

3

Pontianak Utara

Unit

75

76

77

79

80

4

Pontianak Timur

Unit

53

57

58

57

58

5

Pontianak Kota

Unit

271

270

271

270

270

6

Pontianak Tenggara

Unit

38

85

85

45

45

Sumber : Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan

 

Jumlah Koperasi Aktif Kota Pontianak Tahun 2018

 

NO

 

KECAMATAN

 

JENIS

 

Jumlah

 

Jumlah koperasi

Unit

498

1

Pontianak Barat

Unit

82

2

Pontianak Selatan

Unit

133

3

Pontianak Utara

Unit

48

4

Pontianak Timur

Unit

32

5

Pontianak Kota

Unit

163

6

Pontianak Tenggara

Unit

40

Sumber : Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan

 

K. Urusan Kependudukan dan Catatan Sipil

Pada tahun 2011 dimulainya pelaksanaan program e-KTP, mulai dari sosialisasi sampai dengan pelayanan penerapan e-KTP. Terdapat peningkatan jumlah penduduk dari Tahun 2010 hingga 2016, jumlah penduduk tahun 2010 sebanyak 601.715 jiwa meningkat menjadi 626.819 pada tahun 2011, tahun 2012 kembali bertambah menjadi 660.261 jiwa dan pada tahun 2013 jumlah penduduk Kota Pontianak sebanyak 645.622 jiwa yang terdiri dari laki- laki 326.750 jiwa atau 50,61% dan perempuan 318.872 jiwa atau 49,39%. Hal ini mengalami peningkatan dibandingkan Tahun 2009 jumlah penduduk Kota Pontianak sebanyak 628.312 jiwa dengan laki- laki 319.666 jiwa atau 50,88% dan perempuan 308.646 jiwa atau 49,12%. Jumlah penduduk terbanyak berada di Kecamatan Pontianak Utara yaitu sebesar 145.255 jiwa atau 22,49% dengan luas wilayah 37.22 km² dan jumlah penduduk paling sedikit berada di wilayah Kecamatan Pontianak Tenggara  yaitu  sebesar  47.086 jiwa  atau  7,29% dengan luas wilayah 14.83 km². (data setelah konsolidasi oleh Kemendagri). Perkembangan penerbitan KTP dari tahun 2010-2013 mengalami penurunan rata-rata sebesar 14,91%, namun pada tahun 2013 terjadi peningkatan menjadi 335.340 KTP. Penerbitan KK juga mengalami penurunan rata-rata sebesar 8,41%, dan penerbitan KIPEM terjadi penurunan menurun pada tahun 2012 dibanding tahun 2010 dan 2011sebesar 13%. Komulasi perekaman e-KTP secara Mobile di SMA dan di Kelurahan sebanyak 4.256 WK. Total perekaman adalah 354.343 atau 94,50% dari jumlah alokasi e-KTP yang telah ditentukan oleh Kementerian Dalam Negeri sebanyak 374.935 WK. Penerimaan e-KTP yang sudah jadi dari Kementerian Dalam Negeri sebanyak 337.717 keping atau 95,31% WK, sedangkan penyerahan kepada penduduk mulai dilaksanakan