Sejarah mencatat, bangunan dengan berbahan dasar kayu belian ini merupakan salah satu sekolah pertama yang ada di Pontianak. Sebagai Hollandsch Inlandsche School (HIS). Sekolah setingkat SD sekarang.

Pemerintah Hindia Belanda mendirikannya pada tahun 1902, untuk pendidikan volkschool. Awalnya hanya untuk memberikan pendidikan kepada anak-anak mereka,. Baru pada tahun 1928, pemerintah Hindia Belanda memberikan pendidikan kepada orang pribumi. Namun hanya sebatas memperbolehkan anak-anak petinggi dan pejabat saja. Sedangkan anak-anak Indonesia yang berasal dari orang kebanyakkan tidak diperbolehkan. Kemudian, setelah tahun 1950 tepatnya setelah kemerdekaan Republik Indonesia, masyarakat kemudian diperbolehkan dan mempunyai kesempatan merasakan mengenyam pendidikan.

Setelah mengalami dua kali renovasi. Sampai sekarang bangunan ini masih difungsikan sebagai SDN 14. Sebagai salah satu benda cagar budaya, keberadaan dan keaslian bangunan itu adalah untuk mempertahankan bukti-bukti sejarah. Agar masyarakat dapat mengetahui tentang perjalanan sejarah di Kota Pontianak. [dimuat di Borneo Tribune, Senin, 12 November 2012]

 

sumber : https://pontianakheritage.wordpress.com/author/pontianakheritage/page/6/