Perekonomian Kota Pontianak

 Kondisi Umum

Kondisi Perekonomian Kota Pontianak Tahun 2014 mengalami peningkatan dari Tahun 2013, terbentuk dari delapan sektor kegiatan ekonomi dari enam kecamatan, pertumbuhan ekonomi Tahun 2014 sebesar 6,52 persen, sedikit melambat dibandingkan pertumbuhan ekonomi Tahun 2013 sebesar 6,92 persen. Seluruh sektor ekonomi menyumbangkan pertumbuhannya, diantara empat  sektor yang mendorong pertumbuhan ekonomi Kota Pontianak, sektor Pengangkutan dan Komunikasi mengalami pertumbuhan diatas rata- rata pertumbuhan ekonomi Kota Pontianak, sektor lainnya yang mempunyai  pengaruh tinggi terhadap PDRB yaitu sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran dan sektor Bangunan.

Kinerja sektor Pengangkutan dan Komunikasi  menjadi pendorong utama perekonomian  Kota Pontianak dimana kontribusi sektor tersebut dalam pertumbuhan mencapai 1,89 persen dari angka pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan sebesar 6,52 persen. Selanjutnya sektor perdagangan, hotel dan restoran memberikan andil pertumbuhan sebesar 1,67 persen, serta sektor Bangunan memberikan kontribusi pada pertumbuhan sebesar 1,35 persen, Ketiga sektor tersebut berkontribusi  sebesar 4,91 persen  terhadap total pertumbuhan ekonomi Kota Pontianak sedangkan sektor lainnya rata-rata memberikan andil antara 0,003  hingga 0,65 persen, dengan total kontribusi sebesar 1,61 persen  dalam pertumbuhan ekonomi Kota Pontianak.

                                  
Sumber:  BPS Kota Pontianak Tahun 2014

 Tahun 2014 Produk Domestik Regional Bruto Kota Pontianak yang dihitung atas dasar nilai tambah bruto harga berlaku mencapai 21,17 Trilyun Rupiah meningkat sebesar 3,08 Trilyun Rupiah dari Tahun 2013, empat sektor dominan yang mempunyai pengaruh tinggi terhadap pembentukkan PDRB Kota Pontianak adalah Sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran, Sektor pengangkutan dan komunikasi dan sektor Bangunan, serta sektor Jasa-jasa keempat  sektor tersebut memberikan kontribusi nilai tambah bruto sebesar 17,48 Trilyun Rupiah atau sebesar 82,86 persen terhadap total PDRB kota Pontianak.

Kinerja sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran terus mengalami peningkatan selama tahun 2010 hingga tahun 2014, dengan kontribusi nilai tambah bruto rata-rata diatas 4,25 Trilyun Rupiah pertahun, serta dengan pertumbuhan rata-rata diatas 7,04  persen, kontribusi sektor ini terhadap PDRB terus mengalami peningkatan, pada tahun 2010 kontribusinya sebesar  24,51 persen dan semakin menguat pada Tahun 2014 menjadi  26,96 persen, tercatat  nilai tambah bruto sektor ini mencapai sebesar 5,70 Trilyun Rupiah.

 

                                                      Sumber:  BPS Kota Pontianak Tahun 2014

 

Pembangunan fasilitas publik seperti perumahan, gedung kantor, rumah sakit, pusat perbelanjaan, gudang, sarana hiburan serta jalan jembatan dan lainnya baik yang dilakukan oleh Pemerintah maupun swasta sebagai konsekuensi dari perkembangan penduduk daerah perkotaan mendorong tumbuhnya Sektor Bangunan selama empat tahun terakhir, tahun 2014 sektor ini berkontribusi sebesar 20,07  persen terhadap total PDRB Kota Pontianak dengan nilai tambah sebesar 4,24 Trilyun Rupiah, rata-rata pertumbuhan selama empat tahun terakhir sebesar 6,57 persen.

Sektor Jasa-jasa dalam perekonomian Kota Pontianak merupakan sektor yang memberikan kontribusi cukup besar setelah sektor Bangunan, dengan sumbangan nilai tambah bruto sebesar 3,65  Trilyun Rupiah,  pada Tahun 2014 sektor ini bertahan pada pangsa  17,24 persen dari total nilai PDRB.  Apabila dilihat perkembangannya  dari  tahun 2010 hingga Tahun 2014 rata-rata pertumbuhan selama empat tahun mencapai 3,49 persen, berada dibawah rata-rata pertumbuhan ekonomi Kota.

Sektor lainnya yang memberikan Kontribusi terbesar keempat dalam pembentukan PDRB Kota Pontianak adalah sektor Pengangkutan dan Komunikasi.  Tahun 2014 sektor ini berkontribusi sebesar 18,30 persen terhadap total PDRB Kota Pontianak dengan nilai tambah sebasar 3,87 Trilyun Rupiah. Selama empat tahun sejak tahun 2010 hingga tahun 2013, kontribusi sektor Pengangkutan dan Komunikasi bertahan pada kisaran 18,46  persen terhadap total PDRB, sementara rata-rata pertumbuhannya mencapai level tertinggi yaitu sebesar 8,93 persen, berada diatas rata-rata pertumbuhan ekonomi Kota pontianak.

 

Pertumbuhan Ekonomi

Kinerja perekonomian Kota Pontianak secara sektoral pada Tahun  2014 tumbuh sebesar 6,52 persen dan   ditandai  dengan  peningkatan pada setiap sektornya,  meskipun mengalami perlambatan sebesar 0,4 poin dibanding tahun 2013 yang tumbuh sebesar 6,92 persen. Semua sektor ekonomi pada tahun 2014 mengalami pertumbuhan positif. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada sektor pengangkutan-komunikasi dengan pertumbuhan sebesar  9,27 persen, diikuti oleh sektor Bangunan 7,66 persen,  sektor perdagangan-hotel-restoran sebesar 6,96,48 persen, sektor keuangan-persewaan-jasa perusahaan 6,06  persen sektor  jasa-jasa 3,57 persen, sektor Listrik dan air bersih  5,8  persen, sektor Pertanian sebesar 4,83 persen dan sektor industri pengolahan 3,03 persen.

Peningkatan penerimaan pajak restoran dan hotel Tahun 2014 menunjukkan kontribusi yang signifikan dalam penerimaan pendapatan daerah yaitu sebesar 24,81 persen terhadap total penerimaan pajak daerah serta kecendrungan kenaikan rata-rata tingkat hunian hotel berbintang maupun non bintang semakin memperkuat sektor PHR pada perekonomian Kota Pontianak. Perkembangan pertumbuhan ekonomi selama lima tahun terakhir, dari tahun 2010 hingga 2014  menunjukkan trend peningkatan setiap tahunnya, ekonomi Kota Pontianak rata-rata tumbuh sebesar 6,15 persen per tahun,  pertumbuhan tertinggi terjadi pada Tahun 2013 yaitu sebesar 6,92 persen. Sedangkan pertumbuhan terendah terjadi pada tahun 2010  yaitu sebesar 5,38 persen.

Selama periode 2010 – 2014 sektor ekonomi yang memberikan kontribusi pertumbuhan tertinggi diatas  rata-rata pertumbuhan PDRB Kota Pontianak  adalah Sektor pengangkutan dan komunikasi sebesar 8,93 persen, Tahun 2014 sektor ini mencapai pertumbuhan tertinggi sebesar 9,27  persen. Sektor ini  tumbuh lebih tinggi dari sektor lainnya,  sebagai konsekuensi tumbuhnya sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran dan sektor Bangunan utamanya dalam penggunaan moda transportasi arus distribusi barang dan penduduk dalam melakukan aktivitas ekonomi, kunjungan wisatawan mancanegara dan domestik, serta peningkatan volume bongkar muat pada pelabuhan Kota Pontianak  cenderung berpengaruh positif pada sektor pengangkutan dan komunikasi.

                        Tabel Pertumbuhan Ekonomi Kota Pontianak Tahun 2009-2014

Sektor

2009

2010

2011

2012

2013

2014***

   

 1. Pertanian

5,09

3,44

5,22

3,83

4,90

4,83

 2. Pertambangan & Penggalian

-

-

-

-

-

-

 3. Industri Pengolahan

3,61

2,34

2,50

2,71

3,06

3,03

 4. Listrik dan Air Bersih

6,41

4,28

4,36

4,50

7,83

5,88

 5. Bangunan

10,79

5,27

5,81

6,46

7,65

7,66

 6. Perdag, Hotel & Restoran

4,40

6,24

7,24

6,66

8,13

6,96

 7. Pengangkutan & Kom

6,28

9,11

9,04

9,19

8,03

9,27

 8. Keu. Persewaan, & Jasa Persh

4,30

5,55

5,64

6,03

6,91

6,06

 9. Jasa Jasa

2,51

2,42

2,93

3,34

5,18

3,57

PDRB

5,36

5,38

5,89

6,06

6,92

6,52

                                                                         Sumber:  BPS Kota Pontianak Tahun 2014

Selanjutnya sektor kedua yang tumbuh lebih tinggi diatas  rata-rata pertumbuhan ekonomi Kota adalah Sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran (PHR), kinerja sektor ini terus meningkat dengan rata-rata pertumbuhan selama empat tahun terakhir sebesar 7,04 persen,  Tersedianya pusat-pusat perbelanjaan modern, tempat hiburan, restoran/rumah makan   serta didukung oleh fasilitas hotel/penginapan  yang sesuai dengan tingkat kemampuan ekonomis pengunjung, paling tidak dapat menjadi surga belanja bagi wisatawan domestik yang berasal dari Kabupaten/Kota di Kalimantan Barat diluar Kota Pontianak, kondisi demikian secara signifikan berpengaruh positif pada sektor ini dan semakin memperkuat image bahwa Kota Pontianak sebagai Kota Perdagangan dan jasa.

 

                                                                                                          Sumber:  BPS Kota Pontianak, 2014.
 

Dalam kurun waktu empat tahun (2010-2014) hampir seluruh sektor ekonomi mengalami kecendrungan pertumbuhan, meskipun demikian terdapat beberapa sektor yang mengalami perlambatan, pertumbuhan sektor- sektor tersebut cenderung menurun dan berada dibawah rata-rata pertumbuhan ekonomi Kota Pontianak (6,15 persen) seperti Sektor  pertanian dengan pertumbuhan 4,43 persen, sektor Listrik dan Air bersih  pertumbuhannya sebesar  4,42 persen, sektor jasa-jasa dengan pertumbuhan sebesar 3,49 persen dan sektor Industri pengolahan 2,73 persen.

 

Struktur Ekonomi Kota Pontianak

 Struktur ekonomi Kota Pontianak Tahun 2014 didominasi oleh sektor  tersier yaitu perdagangan, hotel dan restoran dengan kontribusi terhadap perekonomian sebear 25,96 persen, diikuti oleh sektor Bangunan 20,07 persen, Pengangkutan dan Komunikasi sebesar 18,30 persen dan sektor Jasa-jasa sebesar 17,24 persen serta sektor Pengangkutan dan Komunikasi sebesar 17,43 persen,  keempat  sektor tersebut memberikan kontribusi dalam perekonomian sebesar  82,86 persen, sementara empat sektor lainnya seperti sektor Keuangan, persewaan dan jasa perusahaan 8,75 persen, sektor Industri pengolahan 6,78  persen, sektor Pertanian 1,41 persen dan Sektor Listrik dan Air memberikan kontribusi sebesar 0,48 persen.

 

                                                                                                                   Sumber:  BPS Kota Pontianak Tahun 2014

 

Laju Inflasi Kota Pontianak

 Selama lima tahun terakhir inflasi tahunan Kota Pontianak selalu berada di atas inflasi nasional. Data terakhir inflasi Kota Pontianak tahun 2014 mencapai  9.38%, lebih tinggi dibanding inflasi nasional sebesar 8.36%. Meskipun demikian tekanan inflasi Kota Pontianak bulan Desember 2014 tersebut masih lebih rendah jika dibanding dengan tekanan inflasi bulan Desember 2013 yakni mencapai 9.48%  yang  juga meningkat seiring dengan kenaikan harga BBM subsidi pada akhir Juli 2013.

 

Perkembangan Inflasi Kota Pontianak dan Nasional

                                                                                      Sumber: BPS Kota Pontianak, Tahun 2014

 

Sedangkan kelompok pengeluaran yang mengalami peningkatan inflasi cukup signifikan di Kota Pontianak adalah pada kelompok Transpor, komunikasi dan jasa keuangan tercatat mencapai 7.61% lebih tinggi dibandingkan dengan Nasional sebesar 5.55% .

Komoditas bensin dan solar di Kota Pontianak mengalami peningkatan harga cukup signifikan, masing-masing sebesar 14.68% dan 17.79% (mtm). Berdasarkan angka inflasi pada kedua komoditas tersebut, dampak lansung dari kenaikan BBM terhadap inflasi bulan Desember tercatat mencapai 0.71% .

Sementara itu Angkutan Udara  juga memberikan pengaruh terhadap inflasi Kota Pontianak Bulan Desember 2014 pada kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan. Kenaikan tarif angkutan udara tersebut seiring dengan berlangsungnya perayaan Natal dan Tahun Baru. Andil inflasi angkutan udara mencapai 0,43% , diikuti angkutan dalam kota sebesar 0.2% .
Analis Location Quotient

Location Quotient (LQ) merupakan teknik analisis yang digunakan untuk menganalisis sektor potensial atau basis dalam perekonomian di suatu daerah. Sektor unggulan yang berkembang dengan baik akan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah yang pada akhirnya akhirnya dapat meningkatkan pendapatan daerah secara optimal.

Dalam upaya mengoptimalkan penggunaan sumber daya alam di daerah sehingga  pembangunan daerah otonomi diharapkan dapat tercapai, maka perlu adanya sektor-sektor yang menjadi tumpuan daerah. Sektor tersebut disamping mampu dikembangkan juga akan memberikan dampak terhadap perkembangan sektor lainnya (linkage effect) serta sekaligus dapat meningkatkan pendapatan masyarakat dan diharapkan pula menjadi pemasok pendapatan daerah dengan diekspor ke luar daerahnya.

 

                                                                                           Sumber: BPS Kota Pontianak

Berdasarkan indeks Location Quetient (LQ) Kota Pontianak terhadap Kalimantan Barat pada tahun 2013, sektor pengangkutan dan komunikasi merupakan sektor yang mempunyai keunggulan untuk dikembangkan.  Selain itu sektor Keuangan, persewaan juga juga punya peranan yang cukup besar untuk lebih dikembangkan. Sedangkan sektor lainnya yang mampu bersaing dan berpeluang untuk terus dikembangkan adalah sektor bangunan, sektor jasa-jasa, sektor listrik dan air minum serta sektor perdagangan, hotel dan restoran.   

 

Analisis Tipologi Klassen

Alat analisis Klassen Typology (Tipologi Klassen) digunakan untuk mengetahui gambaran tentang pola dan struktur pertumbuhan ekonomi daerah. Tipologi Klassen pada dasarnya membagi daerah berdasarkan dua indikator utama, yaitu pertumbuhan ekonomi daerah dan PDRB per kapita daerah.

Melalui analisis ini diperoleh empat karateristik pola dan struktur pertumbuhan ekonomi yang berbeda, yaitu: daerah Prima  cepat-tumbuh (high growth and high income), daerah Potensial (high income but low growth), daerah berkembang (high growth but low income), dan daerah relatif tertinggal (low growth and low income).

                                                                                                        Sumber: BPS Kota Pontianak

  

Dengan adanya perbandingan pertumbuhan ekonomi dan nilai PDRB perkapita kecamatan dengan pertumbuhan ekonomi dan nilai PDRB perkapita Kota Pontianak maka dapat digambarkan bahwa setiap kecamatan dapat dikelompokkan pada beberapa kategori antara lain:

  1. Kecamatan yang masuk dalam kategori daerah Prima cepat-tumbuh (high growth and high income), adalah Kecamatan Pontianak Kota, dan Kecamatan Pontinak Selatan dengan Pertumbuhan ekonomi  dan PDRB perkapita yang lebih tinggi dari Kota Pontianak. ini dapat diartikan bahwa masyarakat di kecamatan ini relatif paling sejahtera dibandingkan dengan kecamatan-kecamatan lain yang berada di kuadran lainnya
  2. Terdapat tiga Kecamatan yang dikategorikan sebagai daerah berkembang (high growth but low income), yaitu; Kecamatan Pontianak Barat dengan kondisi mengalami pertumbuhan ekonomi lebih tinggi  dari Kota Pontianak namun dari sisi nilai PDRB perkapita masih berada dibawah Kota Pontianak karena relatif jumlah penduduk kecamatan ini lebih besar dari kecamatan lainnnya.
  3. Kecamatan yang dikategorikan sebagai Daerah relatif tertinggal (low growth and low income) adalah Kecamatan Pontianak Timur, Kecamatan Pontianak Tenggara dan Kecamatan Pontianak Utara dengan kondisi baik pertumbuhan ekonomi dan PDRB perkapita yang berada dibawah Kota Pontianak, dapat diartikan bahwa masyarakat di tiga Kecamatan Pontianak tersebut dalam relatif kondisi tingkat kesehjateraannya yang berada dibawah kecamatan lainnya.

 

---****---