Sebagai ibukota Propinsi Kalimantan Barat serta pusat kegiatan pemerintahan, swasta dan sosial budaya, Kota Pontianak juga dijadikan sebagai kota tempat para pendatang baik dari dalam propinsi maupun dari luar propinsi. Dilihat dari keberadaannya sebagian suku bangsa yang ada di Indonesia  terwakili menjadi warga Kota Pontianak. Adapun suku bangsa tersebut dapat dilihat pada tabel dibawah :

 

No

Suku

Persentase

1

Melayu

34.50

2

Tionghoa

18.81

3

Bugis

7.92

4

Jawa

13.84

5

Madura

11.96

6

Lain-lain

12.98

 

Jumlah

100,00

                                                                                                   Sumber: Badan Pusat Statistik Kota Pontianak

 

Beberapa event potensi budaya dan pariwisata yang menjadi daya tarik wisatawan baik domestik maupun manca negara di Bumi Khatulistiwa di Pontianak diantaranya :

 

a.    Festival Budaya Bumi Khatulistiwa (FBBK)

Acara FBBKdiselenggarakan setiap 2 (dua) tahun yang dimulai pada tahun 1991 yang dipusatkan di Kota Pontianak dengan mengundang daerah – daerah lain di Pulau Kalimantan serta daerah–daerah di Pulau Sumatera. Penyelenggaraannya diadakan pada tanggal 21–25 Maret yang dirangkaikan dengan peristiwa alam yang terjadi di Kota Pontianak yaitu titik Kulminasi Matahari.

 

 

b.    Gawai Dayak dan Naik Dango

Acara ini diselenggarakan setiap tahun pada tanggal 20 Mei sampai 25 Mei di Rumah Panjang. Adapun penyelenggaraan event ini untuk menumbuhkan budaya suku Dayak dimana ini menjadi salah satu suku asli di Kalimantan Barat.

Naik dango merupakan acara adat, yang merupakan adat upacara adat sebagai bentuk syukur kepada Tuhan (Jubata) setelah panen padi. Upacara Naik Dango diselenggarakan oleh masyarakat etnis Dayak dan biasa diselenggarakan di Rumah Panjang.

 

            

 

c.   Carnaval Arakan Pengantin

Even ini biasanya diselenggarakan oleh Pemeirntah Kota Pontianak tiap tahun pada bulan Oktober, sebagai rangkaian kemeriahan peringatan Hari Ulang Tahun Berdirinya Kota Pontianak. Kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi dan pelestarian khasanah budaya masyarakat Kota Pontianak, khususnya masyarakat Melayu, yang merupakan etnis dominan yang mendiami Kota Pontianak. Carnaval ini menampilkan prosesi pengantin tradisional melayi disertai dengan pernak pernik detil yang mengiringi peserta karnaval. 

 

   

 

 d.   Meriam Karbit/Keriang Bandong

Festival Meriam Karbit biasanya dilakukan pada bulan Ramadhan (bulan Puasa) menjelang Hari raya Idul fitri, dimana masyarakat yang berada pada pinggiran Sungai Kapuas saling berhadapan dan membunyikan meriam karbit, saling bersahutan. Penyelenggaraan festifal dilaksanakan oleh panitia dengan pendanaan dari sponsor, dan mendapat piala bergilir dari walikota Pontianak.

    

 

e.    Cap Go Meh/Barongsai

Adalah perayaan yang diselenggarakan oleh masyarakat etnis cina (Tionghoa) dengan menampilkan Barongsai/Naga, dimana penyelenggaraannya jatuh pada 15 hari setelah Tahun Baru masyarakat Tionghoa.

 

    

 

i.   Pemilihan Bujang Dare Dewasa dan Bujang Dare Melayu

 

Dengan diselenggarakannya kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan apresiasi masyarakat akan pelestarian seni budaya, khususnya budaya Melayu.